BALAI KOTA – Pembangunan wilayah penyangga atau pinggiran Kota Semarang yang selama ini mendapat porsi sedikit, mulai ditingkatkan. Dinas Bina Marga Kota Semarang terus melakukan pendataan dan peningkatan jalan di kawasan pinggiran. Seperti tahun ini, akan melanjutkan peningkatan Jalan Kalimas-Cangkiran tahap III di Kecamatan Mijen. Akses jalan akan dilebarkan menjadi 8 meter.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan, pembangunan jalan akan dilakukan sampai Sub Terminal Cangkiran. Panjangnya sekitar 1.195 meter dari lokasi Perumahan Jatisari. Pada pembangunan tahap II tahun 2014 lalu perbaikan baru sampai perumahan tersebut. ”Jadi sudah kami anggarkan pada tahun ini. Sekarang masih dalam proses lelang untuk mendapatkan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan,” katanya kemarin.

Jalan yang lebarnya eksisting 5 hingga 5,5 meter itu akan dilebarkan menjadi 8 meter. Sedangkan pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 3 miliar, terdiri untuk kegiatan fisik senilai Rp 2,9 miliar dan supervisi sebesar Rp 50 juta.

Pembangunan akan dilakukan dengan pembetonan bagian kanan dan kiri jalan untuk pelebaran. Kemudian dilakukan pengaspalan pada seluruh bagian badan jalan. Perbaikan jalan ini otomatis akan memperlancar arus lalu lintas di Jalan Ngaliyan-Boja. ”Jalan ini kan menjadi rute BRT Trans Semarang koridor IV sampai Terminal Cangkiran. Dengan dilebarkan maka laju BRT akan semakin lancar,” kata Iswar.

Ismakun, warga Perumahan Delta Asri II, Mijen, mengatakan, pelebaran jalan mulai dari Jatisari sampai Terminal Cangkiran memang harus segera dilakukan. Pasalnya, kondisi kendaraan sangat padat pada jam-jam sibuk seperti berangkat sekolah dan pulang kerja. ”Di ruas jalan terjadi penyempitan dan kondisi jalannya sudah tidak rata. Sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan,” katanya.

Menurutnya, jumlah kendaraan yang melintas di jalan itu semakin bertambah banyak. Seiring pertumbuhan banyaknya perumahan di wilayah Mijen dan Boja. Jika hal ini tidak diantisipasi, maka arus lalu lintas akan semakin kacau. ”Selain jalannya, salurannya juga harus dibangun atau diperbaiki, karena jika tidak ada saluran air maka jalan akan tergenang air terutama saat terjadi hujan. Saat hujan jalan bisa seperti sungai yang berbahaya bagi pengguna kendaraan,” katanya. (zal/ce1)