Puluhan Proyek Pemkab Terancam Molor

219
PROYEK MOLOR : Tugu batas kota milik Pemkab Batang salah satu proyek molor, karena lambannya proses lelang tahun lalu. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PROYEK MOLOR : Tugu batas kota milik Pemkab Batang salah satu proyek molor, karena lambannya proses lelang tahun lalu. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PROYEK MOLOR : Tugu batas kota milik Pemkab Batang salah satu proyek molor, karena lambannya proses lelang tahun lalu. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Lambatnya proses lelang sejumlah proyek pembangunan pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Pekalongan, mengundang keprihatinan kalangan legislatif. Pasalnya, kelambatan tersebut berpotensi terjadinya penumpukan kegiatan dan terbengkalainya proyek pembangunan.

Bahkan, Komisi D DPRD Kabupaten Batang telah berulangkali mengingatkan agar SKPD tidak berlama-lama mengajukan dokumen lelangnya. Terutama untuk proyek konstruksi. Seperti perbaikan jalan, jembatan, hingga perbaikan gapura Adipura dan lainnya.

“Kami sepakat dengan apa yang disampaikan saudara Wakil Bupati (Wabup) Soetadi bahwa keterlambatan tahapan lelang semestinya menjadi keprihatinan. Ini sentilan untuk jajaran SKPD, khususnya yang mengampu banyak kegiatan konstruksi,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Teguh Lumaksono, Jum’at (20/3) kemarin.

Kata Teguh, melalui Instruksi Presiden 1/2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, seharusnya SKPD berlomba-lomba menyelesaikan tahapan lelang semua kegiatan proyek konstruksinya. Proyek-proyek yang telah memiliki dokumen perencanaan, sudah seharusnya segera diproses untuk diajukan lelang ke ULP, sehingga waktu pelaksanaan kegiatan memiliki sisa waktu yang cukup untuk dikerjakan. “Inpres tersebut mengamanatkan Pemkab/Pemkot untuk segera menyelesaikan proses pengadaan barang/jasa maksimal di akhir bulan Maret ini,” katanya.

Sementara itu, Wabup Soetadi, merasa prihatin dengan lambatnya pengajuan lelang oleh SKPD yang akan berdampak pada mepetnya waktu pelaksanaan. Karena aktivitas lelang sendiri sudah memakan waktu. Seharusnya SKPD mau belajar dari realisasi kegiatan-kegiatan tahun sebelumnya, banyak kegiatan yang masih belum dikerjakan pada dua bulan menjelang tutup tahun anggaran.

“SKPD harus memacu pengelola kegiatan untuk mempercepat realisasi pengadaan barang dan jasa. Mumpung ini masih ada waktu yang cukup, SKPD perlu segera memproses pengajuan lelang. Syukur-syukur kalau semuanya bisa diselesaikan di bulan ini, sesuai seruan Inpres,” tandas Soetadi. (thd/ida)