Paling Parah, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

192
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)

METESEH – Bencana banjir di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, pada Kamis, (19/3) lalu, ternyata bukan yang pertama. Banjir akibat luapan sungai Babon ini sudah kali keenam. Bahkan dalam satu bulan terkhir ini telah terjadi musibah banjir sebanyak 3 kali. Hanya saja, kemarin adalah banjir yang terparah.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, Jumat, (20/3) kemarin, sebagian besar warga sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur yang sebelumnya terbawa banjir. Tak sedikit juga yang menjemur perabot rumah, seperti kasur, TV, almari, meja, kursi, yang basah dan kotor. Selain itu, sebagian warga juga beraktivitas melakukan perbaikan pada tanggul yang jebol dengan memasang anyaman bambu serta karung berisi tanah.

Ristyono, salah seorang warga menceritakan, banjir yang melanda Perum Dinar Indah sudah kali kenam sejak tahun 2014. Bahkan, banjir kali ini merupakan bencana yang terparah. Pada titik puncak banjir, ketinggian air hingga seleher orang dewasa.
”Air di dalam rumah setinggi garis batas 1 meter. Sedangkan di jalan yang kondisinya lebih rendah mencapai 1,5 meter. Satu bulan ini terkahir ini sudah terjadi 3 kali musibah banjir,” ungkapnya.

Diakui, bencana banjir sudah terjadi sejak tahun 2013 pada saat permukiman tersebut dibangun. Bahkan, dari pengembang saat itu menyatakan bersedia melakukan perbaikan untuk mengantisipasi supaya lingkungan permukiman tersebut tidak terjadi banjir. Tapi kenyataannya pengembang hanya melakukan peninggian tanggul saja. ”Dan ketika banjir melanda pada tahun 2014, para penghuni di RT 6 ini diminta mengungsi dan diberi uang kompensasi Rp 4 juta. Saat itu ada 34 kepala keluarga (KK) RT ini yang menerima uang tersebut,” terangnya. (mha/zal/ce1)