GENJOT TAMU : Angkringan yang biasanya berada di pinggir jalan, kini diboyong masuk hotel Atria. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
GENJOT TAMU : Angkringan yang biasanya berada di pinggir jalan, kini diboyong masuk hotel Atria. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
GENJOT TAMU : Angkringan yang biasanya berada di pinggir jalan, kini diboyong masuk hotel Atria. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Angkringan yang biasanya berada di pinggiran jalan sebagai tempat asyik untuk nongkrong, kini hadir di hotel berbintang empat. Aneka jajanan sederhana seperti sego kucing (nasi kucing) dengan macam-macam lauk seperti sambal tempe, sambal teri, oseng tempe, bihun maupun sambel bandeng tetap disediakan.

Selain memfasilitasi penghobi angkringan, Atria Hotel And Conference Magelang ingin menggenjot kunjungan tamu dengan gaya angkringan yang unik itu. Kendati warung makanan yang juga disebut kucingan itu lekat dengan kesan sederhana maupun penjual yang sederhana pula, pihak hotel tetap mempercayakan koki untuk melayani para tamunya.

“Karena ada hidangan mi godhok, wedang tradisional dan gethuk khas hotel kami,” kata Public Relations Manager (PRM), Atria Hotel And Conference Magelang, Diah Pangesti.

Diah mengaku, 31 makanan khas angkringan itu disediakan setiap hari Selasa saja. Dia berharap, angkringan dengan konsep baru tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Lebih-lebih bagi para pecinta kuliner makanan tradisional dan penikmat musik tradisional. “Sambil ngobrol santai, tamu bisa mendengarkan musik keroncong dengan tempat yang nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, Ely Nuyanto, 34, salah seorang pengunjung merasa nyaman dengan angkringan di hotel itu. Sebab, jajanan yang dia sukai juga banyak disediakan. “Tempatnya memang lebih bersih, dan salut meskipun hotel tapi masih mau melestarikan angkringan seperti ini. Jadi imbanglah, ya menyediakan makanan western, tapi nusantara juga nggak ditinggalkan,” ungkapnya. (put/lis)