KENDAL- Kekerasan seks terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kendal. Kali ini,dilakukan oleh Eko Purwanto, 38, warga Mijen, Semarang yang tega mencabuli MP, 14, warga Tugu, Semarang. Modusnya, pelaku menjanjikan akan membawa korban ke klinik kecantikan. Korban yang tidak mengetahui, ternyata dibawa ke hotel, dan disetubuhi oleh Eko.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, MP masih tercatat siswi di salah satu SMP di Semarang. Ia mengenal tersangka, karena dia adalah teman baik ibunya. Korban MP awalnya mengeluhkan masalah jerawat kepada sang ibu dan Eko. Lalu Eko menjanjikan membawa korban ke klinik kecantikan untuk mengobati jerawatnya.

Sebelumnya Eko secara diam-diam membuat janjian dengan korban untuk diajak ke klinik kecantikan di daerah Ngaliyan selepas pulang sekolah. MP diminta menunggu di depan sekolah. “Setelah saya datang, dia (korban) saya suruh masuk ke mobil,” ujar Eko kepada petugas Polres Kendal, Kamis (19/3).

Di tengah perjalanan, Eko beralasan tidak bisa mengantarkannya ke klinik kencatikan. Alasannya, ia harus memparbaiki televisi di hotel di kawasan Kecamatan Limbangan tempatnya bekerja. “Saya bilang ke dia (korban), ke kliniknya nanti sore saja setelah dari hotel,” akunya.

Eko pun mengajak korban ke hotel tersebut, dan mengajaknya masuk ke salah satu kamar. Tapi ternyata ia tidak memperbaiki televisi, melainkan justru merayu, membujuk, dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Setelah puas menyetubuhi, ia mengantarkan korban ke klinik kencantikan di Ngaliyan. Eko memberi korban uang sebesar Rp 100 ribu. Setelah itu, ia pergi meninggalkan korban di klinik tersebut. “Setelah itu saya tidak tahu lagi, karena saya kabur dan tidak berani lagi menjemput dia (korban),” katanya.

Atas tindakannya tersebut, Eko akan dijerat pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara,” kata Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti kaos lengan dan celana milik korban. Selain itu, celana dalam warna pink dan BH warna abu-abu milik korban. “Terhadap tersangka kami lakukan penahanan agar tidak kabur, merusak barang bukti atau mengulangi lagi perbuatannya,” ujarnya. (bud/aro)