BERSAMA WARGA : Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat melakukan dialog interaktif di Selasar Kartini, kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
BERSAMA WARGA : Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat melakukan dialog interaktif di Selasar Kartini, kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
BERSAMA WARGA : Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat melakukan dialog interaktif di Selasar Kartini, kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA–Wali Kota Yuliyanto menandaskan jika Pemkot Salatiga terus mencari terobosan baru guna mendapatkan sumber air bersih bagi warganya. Beberapa sumur telah dibuat dan ada beberapa temuan sumber mata air yang akan dimaksimalkan.

“Kami ingin mengakomodasi keinginan masyarakat mendapatkan air bersih seperti yang diharapkan,” jelas Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat melakukan dialog interaktif di Selasar Kartini, kemarin pagi.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot ini mengaku kesulitan Pemkot dalam menyalurkan air bersih antara lain minimnya sumber mata air serta kondisi geografis Kota Salatiga yang berbeda beda. Ada yang berada di lahan miring di kisaran 25 derajat. “Akibatnya beberapa daerah yang berada di ketinggian seperti Kumpulrejo, Randuacir, dan Noborejo sering kesulitan air bersih,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Mustain Suradi mengimbau masyarakat untuk menjaga sumur dan menjaga daerah-daerah tangkapan air. Termasuk membuat biopori di halaman warga. Kepedulian masyarakat dalam membuat biopori sangat bermanfaat, meskipun dampaknya tidak bisa langsung dirasakan.

“Kalau tidak ada daerah tangkapan air, berapapun air hujan yang turun, hanya akan mengalir tanpa bisa memberikan kontribusi apapun ke air dalam,” jelas Mustain.

Sementara itu Kris, salah satu audiens menyatakan bahwa dirinya dan sejumlah elemen masyarakat telah berupaya membantu membersihkan mata air, di antaranya sumber mata air Senjoyo. Sumber yang berada di wilayah Kabupaten Semarang itu, kini sudah bersih dari sampah. Meski begitu, ia berharap ada kepedulian Pemkot untuk ikut membantu menyediakan fasilitas, seperti truk sampah agar sampah tidak dihanyutkan.

Kabid Kebersihan Cipkataru Kota Salatiga, Pramusinta menyatakan kesanggupannya dan minggu depan sudah disediakan satu armada pengangkut sampah agar bisa langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir di Ngronggo. (sas/ida)