DEMAK-Para kepala desa utamanya di wilayah Kecamatan Demak Kota supaya merapatkan barisan. Pihak pemerintah desa harus bekerja sama dengan Babinsa, kepolisian maupun RT RW. Ini diperlukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya rekrutmen jaringan aliran radikal semacam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Camat Demak Kota, Faturrahman, mengatakan, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan bila ada anak-anak mereka yang sedang kuliah di luar kota, khususnya di Solo dan Jogjakarta. Sebab, daerah tersebut termasuk rawan adanya aliran radikal.

Kewaspadaan ini diperlukan supaya tidak kecolongan seperti yang terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota. Ini setelah salah seorang warganya yang bernama Siti Lestari hingga kini belum diketahui jejaknya. Diduga, yang bersangkutan pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS.

“Untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu maka warga diminta malaporkan secepatnya agar bisa ditangani segera,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Faturrahman, keluarga Siti Lestari jauh hari sebelumnya sudah melaporkan kejadian anaknya yang hilang itu ke Polrestabes Surakarta serta Polres Sukoharjo beberapa hari lalu.

Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Taufik Rifai, menambahkan, pihaknya terus melakukan monitoring dan pemetaan wilayah yang dianggap rawan terjadi rekrutmen gerakan radikal termasuk ISIS.

“Kami minta pihak kecamatan agar memberikan pencerahan pada masyarakat untuk mencegah aliran radikal ini. Sebab, bisa jadi aliran radikal berafiliasi dengan ISIS dan sejenisnya,”ujar dia.

Menurut Taufik Rifai, wilayah di Demak yang rawan muncul ISIS dan lainnya di antaranya di salah satu desa di Kecamatan Wedung. (hib/aro)

=