30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Dukung Proyek Pasar Rejosari

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

AUDIENSI : Wali Kota Salatiga, Yulianto saat beraudiensi dengan Organisasi Masyarakat Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu Malam (18/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDIENSI : Wali Kota Salatiga, Yulianto saat beraudiensi dengan Organisasi Masyarakat Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu Malam (18/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Pembangunan Pasar Rejosari dengan melibatkan investor tetap akan dilanjutkan. Pasalnya, hal tersebut sudah diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2011. Kendati ada penolakan dari beberapa elemen masyarakat.
“Begitulah proses demokrasi. Berbeda pendapat adalah teman berpikir,” kata Wali Kota Salatiga, Yulianto saat beraudiensi dengan Organisasi Masyarakat Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu Malam (18/3) kemarin.

Diakuinya, beberapa hari lalu memang ada penolakan karena pembangunan pasar dengan sistem investasi. Bagi wali kota, tidak apa-apa. Hal itu merupakan proses demokrasi. “Namun, kami harus taat pada hokum. Semua tahapan pembangunan sudah sesuai dengan hukum dan sudah dibuktikan di pengadilan. Pasar tersebut menggunakan sistem investasi karena keterbatasan keuangan daerah,” ungkap wali kota.

Sementara itu, Cokro, 50, anggota ormas pasar, mengatakan, pembangunan Pasar Rejosari jangan sampai dikorbankan untuk kepentingan tertentu. Karena pasar nilainya sangat penting sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, organisasi masyarakat (ormas) mendesak pembangunan Pasar Rejosari segera direalisasikan.

“Ada apa dengan Salatiga, kenapa pembangunan tidak terlaksana. Kalau menengok tetangga kita, Pasar Ambarawa yang dulu terbakar sekarang sudah dibangun. Pasar Babadan juga sama. Sementara Pasar Rejosari yang terbakar sejak tahun 2009, hingga kini belum dibangun juga. Pak Wali Kota tidak perlu takut, kami akan mendukung sepanjang hal itu bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Kesenian Budaya Salatiga (PKBS), Jayus. Namun Jayus mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat. “Kalau ada komunikasi, tidak akan ada yang demo ke jalan,” jelas Jayus.

Selain masalah pasar, mereka juga berharap adanya gedung serba guna atau gedung kesenian yang bisa digunakan untuk pentas seniman dan budayawan Salatiga, aspirasi pembangunan gedung juang, permintaan majalah Hati Beriman untuk ormas, serta beberapa aspirasi membangun lainnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Wisata Alam Sri Gunung, Tawarkan Suasana Romantis

BATANG–Wisata alam di Kabupaten Batang tidak habis untuk terus dieksplor. Salah satunya adalah destinasi terbaru yaitu wisata alam Sri Gunung yang menawarkan pemandangan alam nan...

Longsor, 8 Rumah Rusak Berat

KAJEN – Lantaran curah hujan yang tinggi selama seminggu terakhir, longsor terjadi pada tebing pada dua desa, yakni Desa Garungwiyoro dan Desa Luragung, Kecamatan...

Siapkan Penjara Khusus Penunggak Pajak

PEKALONGAN - Sebanyak 46 penunggak pajak yang tersebar di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang terancam dijebloskan ke penjara. Kantor Pelayanan Pajak (KPP)...

Butuh Multimoda Berbasis Kereta

SEMARANG – Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diketahui menjadi salah satu pelabuhan utama yang bertanggung jawab terhadap distribusi angkutan barang di dalam negeri dan ekspor...

More Articles Like This

- Advertisement -