Budayakan Tanam Pohon, Ciptakan Kota Sejuk

265
PEDULI LINGKUNGAN: Caesar menyerahkan bibit pohon jati dan mahoni kepada Dandim 0733 BS/Semarang Letnan Kol Muhammad Taufiq Zega. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
PEDULI LINGKUNGAN: Caesar menyerahkan bibit pohon jati dan mahoni kepada Dandim 0733 BS/Semarang Letnan Kol Muhammad Taufiq Zega. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
PEDULI LINGKUNGAN: Caesar menyerahkan bibit pohon jati dan mahoni kepada Dandim 0733 BS/Semarang Letnan Kol Muhammad Taufiq Zega. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

Ketika Semarang menjadi hutan reklame dan dipenuhi gedung bertingkat, anak kecil ini mampu mengampanyekan penanaman pohon di tengah kota yang sibuk. Dialah Caesar, siswa SD Al Azhar 29 Semarang yang menjadi duta lingkungan hidup.

ABDUL MUGHIS

CAESAR masih berusia 10 tahun. Ia mengaku prihatin melihat kondisi Kota Semarang yang kian panas. Caesar pun getol mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan. Terutama generasi muda dan pelajar.

”Saya suka hidup sehat, bersih, dan sejuk. Maka dari itu, mulailah dengan gemar menanam pohon, biar kota menjadi sejuk,” kata Caesar saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di acara serah terima 1.000 pohon di Markas Kodim 0733 BS/Semarang Jalan Pemuda, Kamis (19/3) sore.

Dia mengaku prihatin atas kondisi masyarakat perkotaan yang semakin kurang sadar terhadap lingkungan di sekitarnya. ”Peduli lingkungan itu sangat baik agar lingkungan sehat. Caranya dengan membudayakan menanam pohon di lingkungan sekitar kita,” kata bocah kelahiran, 26 Maret 2005 ini.

Caesar mengaku memperoleh pengetahuan untuk mencintai lingkungan dari keluarganya. Ia kemudian menerapkan dan mengajak teman-teman sekolahnya untuk hidup bersih serta gemar menanam pohon.

”Tidak boleh menebang pohon sembarangan, karena itu merusak lingkungan,” ungkap putra dari Letnan Kolonel Infanteri Leonardo Sebastian ini.

Tak heran, Caesar ditetapkan sebagai duta lingkungan mewakili SD Al Azhar 29 Semarang. Dia dikenal sebagai pelajar yang getol hidup bersih, sehat, dan gemar menanam pohon.

”Saya senang sekali dipilih jadi duta lingkungan. Mudah-mudahan teman-teman yang lain juga akan peduli dan mencintai lingkungan di sekitarnya,” imbuh siswa yang mengaku bercita-cita menjadi presiden ini.

Dalam acara tersebut, siswa duta lingkungan itu secara simbolis menyerahkan bibit pohon jati dan mahoni kepada Dandim 0733 BS/Semarang Letnan Kol Muhammad Taufiq Zega. ”Bibit 1000 pohon jati dan mahoni ini diberikan oleh Om Ali Khan,” katanya.

Letnan Kol Muhammad Taufiq Zega menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas upaya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. ”Ini sangat klop sekali dengan program TNI menanam semiliar pohon penghijauan. Saya sangat berterima kasih sekali kepada para seniman, siswa duta wisata yang telah peduli lingkungan,” ujar Zega.

Dia menjelaskan, pohon-pohon tersebut akan didistribusikan ke sejumlah titik gersang di Kota Semarang. ”Terima kasih kepada Pak Ali Khan. Nanti kami juga akan melakukan penanaman di beberapa puluh hektare,” katanya.

Sementara Ali Khan mengatakan, 1.000 bibit tersebut terdiri atas bibit pohon jati dan bibit pohon mahoni. ”Saya selaku seniman di Semarang prihatin atas kondisi perkotaan di sini yang panas. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, LSM, generasi muda, semua bareng-bareng untuk peduli terhadap lingkungan. Agar Semarang bisa menjadi kota hijau,” beber pedangdut khas Melayu ini.

Kenapa melibatkan siswa SD duta lingkungan? Ali Khan mengaku, siswa duta lingkungan hidup Al Azhar 29 tersebut sebagai bukti bahwa program penghijauan ini juga harus melibatkan generasi penerus.

”Kami merindukan jalan-jalan di Kota Semarang rimbun dan sejuk dengan banyak pohon. Sampai saat ini bukit-bukit di Kota Semarang kian habis, pohon-pohon kian gundul,” katanya.

Dikatakan Ali Khan, kalangan seniman menggandeng pelajar juga bekerja sama dengan Kodim 0733 BS/Semarang. ”Kami berharap agar semua elemen bisa terinspirasi untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon,” ajaknya. (*/aro/ce1)