TETAP SEMANGAT: Para pemain, pelatih dan ofisial Gissi United Putra Magelang saat berada di Singapura. (DOK GISSI UNITED PUTRA MAGELANG)
TETAP SEMANGAT: Para pemain, pelatih dan ofisial Gissi United Putra Magelang saat berada di Singapura. (DOK GISSI UNITED PUTRA MAGELANG)
TETAP SEMANGAT: Para pemain, pelatih dan ofisial Gissi United Putra Magelang saat berada di Singapura. (DOK GISSI UNITED PUTRA MAGELANG)

Tim sepakbola Gissi United Putra Magelang berhasil meraih prestasi di Singapura. Padahal mereka hampir saja batal berangkat ke turnamen tingkat Asia tersebut. Seperti apa perjuangannya?

Pada 22 Februari 2015 lalu, para pemain Gissi United Putra Magelang sangat bahagia. Mereka berhasil menjadi juara dalam turnamen East Java Championship7s (EJC7s) di Gelora 10 Nopember Surabaya. Di partai final kelompok umur 13 tahun (KU-13), Gissi United Putra Magelang berhasil mengalahkan Bromo FC dengan skor 2-1. Kedua gol Gissi United Putra Magelang diborong Amirudin Bagus Kahfi.

Bagus dan teman-temannya pantas bergembira. Selain menjadi juara, mereka juga dijanjikan akan bermain di kancah internasional. Sebagai juara, Gissi United Putra Magelang akan berlaga di JSSL Singapura International Soccer Youth 7s 2015 pada 14-15 Maret 2015 dengan biaya dari panitia EJC7s.

Bermain di turnamen internasional tentu menjadi impian para pesepakbola cilik ini. Tak heran mereka benar-benar mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Singapura. Sebelum berangkat, mereka berpamitan dengan keluarga, kerabat, teman-teman sekolah agar didoakan sukses di Singapura.

Tapi harapan mereka meredup ketika tiba di Gelora 10 Nopember Surabaya, Kamis (12/3) lalu. Setelah menempuh perjalanan selama 10 jam dari Jogjakarta ke Surabaya, kabar buruk malah yang diterima. Panitia EJC7s memberitahu bahwa Gissi United Putra Magelang batal berangkat ke Singapura. Saat itu, Ketua Panitia Eka Budi Saputra beralasan, waktu terlalu mepet sehingga anggaran yang diajukan ke Pemerintah Provinsi untuk biaya ke Singapura belum bisa dicairkan.

“Ternyata kami di-PHP (pemberi harapan palsu, red),” kata Amiruddin Bagas Kaffa, saudara kembar Bagus. Anak-anak ini langsung lesu ketika mendapatkan kabar tersebut. Selain Gissi United Putra Magelang, Bromo FC yang menjadi juara di KU-12 juga mendapatkan perlakuan serupa.

“Bisa dibayangkan betapa remuknya hati mereka. Anak-anak ini sudah berpamitan dengan seluruh kerabat, tetangga, dan rekan-rekan sekolahnya,” jelas ofisial Gissi United Putra Magelang Bambang Heri yang mendampingi para pemain kepada Jawa Pos pekan lalu.

Kabar tentang pembatalan keberangkatan ke Singapura ini, siang itu juga sampai ke Ketua Gissi United Putra Magelang Yuni Puji Istiono lewat telepon dan surat elektronik (email). Ia khawatir kondisi ini membuat para pemain muda ini resah, galau dan mentalnya terpuruk. Ia akhirnya berusaha mengumpulkan dana agar Gissi United Putra Magelang tetap bisa berlaga di Singapura.

“Tekad kami adalah hanya satu, anak-anak Gissi United Putra Magelang bisa ikut turnamen JSSL Singapore 7s tanggal 14-15 Maret 2015,” katanya.

Mantan Kepala Desa (Kades) Pancuran Mas Kecamatan Secang Magelang ini menjelaskan, untuk memberangkatkan 12 pemain beserta 1 pelatih dan 1 ofisial, dibutuhkan dana lebih dari Rp 50 juta. Pihak manajemen berusaha menutup biaya tersebut, tapi masih kurang.

“Dengan terpaksa saya harus meminta iuran sukarela anak-anak dan dari wali murid. Kami (manajemen, red) tidak mematok atau menarget harus mengasih sekian, sifatnya sukarela dan tidak mengikat,” jelas Yuni yang juga ayah dari Si Kembar Bagas dan Bagus. Sumbangand ari orangtua murid bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta.

Untuk berhemat selama di Singapura, Gissi United Putra Magelang mendapat bantuan dari Mursani, warga Magelang yang tinggal di Singapura. Rombongan pemain, pelatih dan ofisial diperkenankan menginap di rumahnya. Meski waktunya mepet, akhirnya para pemain bisa merumput di Singapura.

Dalam turnamen ini, Gissi United Putra Magelang menunjukkan prestasinya. Di babak awal, bergabung dalam grup A yang beranggotakan 5 peserta, Gissi United berhasil menjadi runner up grup. Di hari pertama, mereka berhasil mengalahkan Chelsea Football Club Indonesia (3-1), Aksil Tiongkok (2-1), Albirex Niigata Singapura (5-0) dan kalah dari JSSL Wilshere Singapura (0-2).

Di hari kedua, Gissi United Putra Magelang berhasil mengalahkan Indonesia Rising Star School (1-0), GFA Japan Singapura (1-0), Jakarta Dragons Indonesia (2-0). Hasil ini membuat Gissi United melaju ke semifinal sebagai juara grup 2.

Sayang di semifinal, Gissi United harus mengakui keunggulan Kowloon Cricket Club, Hong Kong dengan skor 0-1. Pada perebutan tempat ketiga, Gissi United Putra Magelang berhasil mengalahkan wakil Indonesia lainnya Indonesia Rising Star School dengan skor 1-0. Gol semata wayang dicetak Bagas.

“Alhamdulillah, berkat kesabaran dan kekuasaaan Allah SWT serta dukungan dari pelatih, ofisial, wali murid dan kerja keras, pengorbanan anak-anak serta dukungan dari berbagai pihak, Gissi United Putra Magelang bisa pulang dari Singapura dengan membawa juara III,” ujar Yuni.

Ia berharap agar pengalaman hampir batal berangkat ini tidak terulang di kemudian hari. Janji panitia EJC7s yang akan memberangkatkan Gissi United Putra Magelang dan Bromo FC ke turnamen di Thailand, 6-7 Juni mendatang jangan sampai kembali diingkari. Apalagi panitia telah membuat surat pernyataan di atas materai dan siap dituntut jika kembali ingkar janji. (mg2/ton)