Batik Siswa Dipasarkan Hingga Palembang

161
BAZAR : Pengunjung tengah melihat-lihat batik hasil karya siswa SMA Negeri 2 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BAZAR : Pengunjung tengah melihat-lihat batik hasil karya siswa SMA Negeri 2 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BAZAR : Pengunjung tengah melihat-lihat batik hasil karya siswa SMA Negeri 2 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) membatik mulai dikembangkan beberapa sekolah di Kota Magelang. Selain untuk keterampilan siswa, membatik juga sebagai kegiatan melestarikan warisan budaya Indonesia yang sudah ditetapkan oleh badan dunia Unesco.

Seperti halnya Pemkot Magelang yang mengimbau kepada jajaran pemerintah daerah maupun perusahaan pelat merah untuk mengenakan batik setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Tujuannya untuk menggenjot geliat batik, agar perekonomian masyarakat terdongkrak. Selain itu sebagai langkah promosi batik lokal itu sendiri. Sejumlah pameran produk batik juga digelar, salah satunya lewat bazar di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Magelang.

Siswa SMA Negeri 2 Kota Magelang ikut memamerkan batik karya mereka dalam bazar tersebut. Guru kesenian SMA Negeri 2 Kota Magelang, Djarobi Rusli mengungkapkan, ekstrakurikuler membatik sebetulnya sudah lama ada. Namun greget siswa mengikuti ekskul tersebut baru sekitar tahun 2009, saat batik khas magelangan mulai bermunculan. “Ada sekitar 60 siswa ikut ekskul membatik,” jelas pembimbing batik tersebut, kemarin (19/3).

Dia berujar, ekskul membatik dilaksanakan seminggu sekali. Membatik membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Perlengkapan juga harus memadai seperti, canting, wajan, kompor, malam tulis maupun cap. Rusli juga mengaku, anggaran diambil dari swadaya sekolah.

“Belum lama ini, kami juga mendapat pesanan dari Palembang sebanyak 100 lembar batik,” tambahnya.
Dia menyebutkan, sejauh ini sedang mengembangkan batik dengan corak magelangan. Diantaranya motif water torn, Diponegoro, daun-daunan, bunga-bunga, dan beberapa motif khas Magelang lainnya. Untuk membangun market, pihaknya kerap mengikuti pameran-pameran yang memajang hasil karya anak didiknya.
“Kami juga sudah produksi untuk dijual ke pasar, hasil dari penjualan tersebut kami jadikan modal,” jelasnya. (put/lis)