LANGSUNG DILANTIK: Para pengurus DPD PDIP Jateng periode 2015-2020 mengucapkan sumpah dan janji jabatan usai terpilih dalam Konferda di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGSUNG DILANTIK: Para pengurus DPD PDIP Jateng periode 2015-2020 mengucapkan sumpah dan janji jabatan usai terpilih dalam Konferda di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGSUNG DILANTIK: Para pengurus DPD PDIP Jateng periode 2015-2020 mengucapkan sumpah dan janji jabatan usai terpilih dalam Konferda di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Nama Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul melenggang mulus menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah pada Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar Kamis (19/3) di Panti Marhaenis. Bambang yang merupakan tokoh nasional PDIP terpilih secara aklamasi setelah dua nama lain yang direkomendasi DPP, Heru Sudjatmoko dan Agustina Wilujeng tidak bersedia menjadi Ketua.

Sinyalemen akan terpilihnya Bambang sudah tampak pada awal Konferda. Nama Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan tersebut terus diteriakkan sejumlah peserta Konferda. ”Hidup Bambang, hidup Pacul,” teriak sejumlah perwakilan DPC berkali-kali.

Pemilihan Ketua dimulai saat utusan DPP, Eriko Sotarduga membuka amplop berisi rekomendasi. Tiga nama yang mendapat rekom DPP menjadi pengurus adalah Bambang Wuryanto, Heru Sudjatmoko, dan Agustina Wilujeng. Sesuai aturan partai, ketiganya diminta bermusyawarah untuk menentukan kepengurusan. Namun Heru yang sebelumnya menjabat Ketua DPD dan Agustina yang menjabat Sekretaris dengan sukarela menyatakan dukungannya terhadap Bambang. Menurut mereka, Bambang lah yang pantas untuk memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu untuk lima tahun ke depan di Jateng.

”Pak Bambang adalah senior saya dan telah banyak berjasa terhadap partai. Saya lebih percaya beliau daripada saya sendiri. Saya tidak merasa gengsi jika harus membantunya. Ini sebagai bentuk hormat saya kepada Ketua Umum (Megawati) dan kecintaan terhadap Bung Karno,” ungkap Heru.

Heru yang datang terlambat ke Konferda mengaku awalnya sempat menerima ketika dipanggil oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan diberikan arahan untuk menjadi Ketua DPD lagi. Namun, menurutnya, politik itu dinamis dan kebijakan partai juga dinamis. Demi menjaga kondusivitas dan persatuan, ia menghormati lahir batin atas keputusan partai. ”Saya tidak mutung. Justru saya sangat bahagia dengan terpilihnya Pak Bambang,” tandas Wagub Jateng itu.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan Agustina. Menurutnya, dirinya belum sanggup untuk memimpin PDIP Jateng ke depan. Oleh karenanya, ia juga mendukung keputusan Heru untuk menetapkan Bambang sebagai Ketua PDIP Jateng terpilih periode 2015-2020. ”Saya tidak bersedia untuk dicalonkan,” tandasnya dalam Konferda yang tidak dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut.

Menangggapi hal tersebut, Bambang Wuryanto mengaku sangat kaget dan sempat membuatnya bingung beberapa saat. Kendati demikian, ia menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Heru yang bersedia menyatakan hal yang menurutnya di luar dugaan. ”Saya hormati Pak Heru. Saya akan minta beliau untuk menempati posisi teratas setelah saya,” ujarnya.

Setelah pemilihan ketua dilakukan, kepengurusan DPD PDIP Jateng langsung disusun. Para pengurus kemudian dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan dipandu perwakilan DPP. Bambang menempatkan Heru Sudjatmoko sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan dan Agustina Wilujeng menjadi Sekretaris.

Kepengurusan sendiri banyak diisi tokoh muda. Di antaranya Bendahara Ahmad Ridwan, Wakil Ketua Bidang Buruh, Abang Baginda Hasibuan, dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Joko Purnomo.

Saat ditemui usai acara, Bambang Pacul menegaskan bahwa tugas dirinya selanjutnya adalah menjaga marwah partai yang tetap mencerminkan kemajemukan. Terlebih lagi, menurutnya Jateng adalah miniatur Indonesia yang terkenal dengan kebersamaan dan gotong royong. ”Saya juga akan mengajak rekan partai lain, seluruh pimpinan daerah di Jateng untuk bersama-sama memajukan Jateng,” tandasnya.

Disinggung apakah dengan menduduki DPD tidak akan menurunkan derajatnya, Bambang menegaskan bahwa posisinya adalah menjalankan tugas partai untuk menjaga marwah kemajemukan itu. Apalagi mendapat mandat dari ketua umum langsung merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan. ”Beliau mengatakan kepemimpinan Pak Heru belum tune in dan tugas saya adalah untuk melakukan itu,” tandasnya dalam acara yang dihadiri beberapa perwakilan DPP seperti Efendi Simbolon, dan Juliari Batubara tersebut. (fai/ric/ce1)