12 Kali Sasar Motor di Parkiran Pasar

164
CURANMOR : Dua pelaku curanmor spesialis Vega dan Jupiter yang menggasak 12 motor dalam satu bulan dikeler di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
CURANMOR : Dua pelaku curanmor spesialis Vega dan Jupiter yang menggasak 12 motor dalam satu bulan dikeler di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
CURANMOR : Dua pelaku curanmor spesialis Vega dan Jupiter yang menggasak 12 motor dalam satu bulan dikeler di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG–Sindikat pencurian spesialis kendaraan bermotor merek Yamaha Vega dan Jupiter di berbagai pasar tradisional, berhasil dibekuk Polres Batang. Adalah Waluyo, 23, warga Dukuh Manggisan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, dan Mufid, 34, warga Desa Menjangan, Kecamatan Subah.

Kasus ini terungkap setelah Polres Limpung berhasil menangkap pencuri sepeda motor atas nama Waluyo, 23, warga Dukuh Manggisan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, seminggu lalu.

Lantas, Waluyo mengungkapkan bahwa motor yang dicuri, hanya motor yang bermerek Yamaha Vega dan Jupiter. Alasannya sederhana, kedua jenis motor tersebut yang memang mudah untuk dicuri dengan menggunakan kunci khusus yang sudah disiapkan sebelumnya. Adalah, kunci L dan menggunakan kabel, untuk mencuri sepeda motor tanpa bodi depan itu.

Menurutnya semua motor yang dicuri, berasal dari tempat parkir yang ramai, seperti tempat parkir di pasar-pasar tradisional. “Setelah saya pastikan bahwa motor yang akan saya curi ada, saya pura-pura parkir. Setelah itu, motor yang saya curi dibawa pulang. Siang atau sorenya, saya datang lagi, mengambil motor milik saya di tempat parkir semula,” ungkap Waluyo.

Waluyo juga mengatakan, selama ini dirinya sudah mencuri lebih dari 12 motor Yamaha Vega dan Jupiter. “Motor tersebut kemudian saya jual ke penadah, dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta per motor tanpa dilengkapi surat apa pun,” kata Waluyo.

Dari hasil pemeriksaan Polres Batang terhadap Waluyo, akhirnya berhasil dikembangkan ke pelaku lainnya, Mufid, 34, warga Desa Menjangan, Kecamatan Subah, yang bertindak sebagai penjual dan penadah. “Motor hasil curian Waluyo, saya jual ke warga di pelosok-pelosok desa yang hanya digunakan untuk pergi ke sawah dan hutan,” ujar Mufid saat dimintai keterangan.

Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko melalui Kasat Reskrim AKP Hartono, menuturkan bahwa kedua pelaku mengaku sudah berulang kali melakukan aksi pencurian. Dari tangan Waluyo, petugas mengamankan barang bukti Yamaha Vixion tanpa dilengkapi surat-surat dan dari Mufid diamankan Yamaha Vega tanpa surat-surat juga. “Kedua pelaku baru mengaku, setelah kami periksa secara intensif. Kami juga mengeler pelaku untuk menunjukkan kemana saja motor hasil curian tersebut dijual,” tutur AKP Hartono.

AKP Hartono juga menegaskan bahwa tersangka Waluyo menjalankan aksinya dengan mencari sasaran di pasar-pasar dengan menggunakan Yamaha Vixion. Adapun motor yang berhasil dicuri, berasal dari Pasar Bawang 6 kali, Pasar Tersono 4 kali, Pasar Reban 1 kali dan Pasar Salam Desa Pecalungan 1 kali.

“Semua barang bukti sudah kami amankan. Waluyo diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun dan Mufid diancam pasal 480 dengan hukuman 4 tahun. Namun kami masih mengembangkan kasus ini, kamu menduga masih ada barang bukti lainnya yang belum diungkap,” tegas Hartono.

Kasat Reskrim sendiri berpesan kepada masyarakat, jika merasa pernah kehilangan sepeda motor Yamaha Vega maupun Jupiter, bisa datang ke Polres Batang dengan membawa surat-surat asli. Jika memang motor tersebut miliknya, bisa mengklarifikasinya kepada Satreksrim Polres Batang. (thd/ida)