Terdeteksi Aktivis Jepang Berjilbab

158
Yoyok Riyo Sudibyo. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yoyok Riyo Sudibyo. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yoyok Riyo Sudibyo. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Orang asing yang melanggar keimigrasian sempat terjadi di wilayah Batang. Adalah Hojin Yun beserta istri dan ketiga anaknya, tidak melaporkan kepindahan alamatnya sejak tahun 2012 dari Batang ke Salatiga. Demikian juga aktivis berkenegaraan Jepang terdeteksi mengikuti pertemuan dengan warga di Roban Timur. “Yang bersangkutan selanjutnya dilarang untuk berada di wilayah Batang,” kata Kasie Wasdak Kantor Keimigrasian, Pemalang, Budy Mulyawan dalam sosialisasi Pengawasan Orang Asing, Organisasi Masyarakat Asing, Dan Tenaga Kerja Asing, di Gedung Pramuka, Rabu (18/3) kemarin.

Sedangkan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, menjelaskan bahwa di Kabupaten Batang kini memiliki daya tarik bagi warga negara asing (WNA). Selain untuk berinvestasi, wilayah Batang rentan dimasuki WNA yang bertujuan lain.

“Untuk sementara, WNA yang tercatat di Batang pada tahun 2014, adalah tenaga kerja asing sebanyak 18 orang, di PT Primatexco 6 orang, PT Sengon Indah Mas 3 orang, dan PT Bhimasena Power Indonesia 9 orang,” jelas Agung.

Sedangkan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kewaspadaannya terhadap orang asing di wilayah Batang. Keberadaan dan aktivitas mereka, perlu diawasi agar tak merugikan dan menganggu kepentingan masyarakat dan negara.

“Siapapun yang masuk ke wilayah Batang, pastilah memiliki tujuan. Kejadian terakhir adalah masuknya aktivis perempuan asal Jepang dengan mengenakan jilbab. Ini luar biasa, sehingga kita wajib waspada,” kata Bupati Yoyok.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Widiatmoko mengatakan bahwa fenomena globalisasi membawa konsekuensi, mudahnya akses keluar masuk antarnegara.Termasuk di Indonesia. Menurutnya, kunci utama adalah sikap proaktif masyarakat, jangan takut menanyakan setiap orang asing yang ada di lingkungannya. “Baik menyangkut dokumen, aktivitas, misi, dan lainnya. Bagaimana mungkin mengawasi, kalau bertanya saja tidak berani,” tegas Kapolres. (thd/ida)