PROSPEKTIF: Toko baru Global Elektronik yang membuka cabang baru di daerah kampung Kali Semarang, di mana toko tersebut khusus menjual AC dan kelengkapannya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
PROSPEKTIF: Toko baru Global Elektronik yang membuka cabang baru di daerah kampung Kali Semarang, di mana toko tersebut khusus menjual AC dan kelengkapannya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
PROSPEKTIF: Toko baru Global Elektronik yang membuka cabang baru di daerah kampung Kali Semarang, di mana toko tersebut khusus menjual AC dan kelengkapannya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Naiknya nilai tukar rupiah terhadap US dollar berimbas pada naiknya harga barang-barang elektronik. Meski begitu saat ini pabrik elektronik masih belum menaikkan harga setiap produknya yang dirakit (manufaktur) di Indonesia, kecuali produk built-up yang diimpor langsung dari prinsipal di luar negeri, dengan estimasi penyesuaian harga impor berkisar 5-6 persen.

Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang Gouw Andy Siswanto, mengatakan jika semua bisnis pasti terkena imbas kenaikan naiknya nilai tukar terhadap US dollar. Walaupun begitu, dirinya mengaku sampai saat ini masih belum ada rencana menaikan harga produk elektronik yang dijual. “Kami belum akan menaikkan harga jual, jadi kami menghimbau kepada masyarakat untuk membeli perangkat elektronik sekarang. Bahkan di toko kami malah ada promo lebih hemat sampai 20 persen,” katanya di sela-sela pembukaan showroom spesialis tata udara (khusus AC) di Jalan Mayjen Sutoyo 942 (Kampung Kali) Semarang, kemarin.

Gouw mengaku, masih wait and see untuk menentukan langkah. Artinya melihat apakah menguatnya US dollar itu bersifat sementara ataupun jangka panjang.

Menurut Andy, di pasaran toko elektronik di Semarang, secara market share Global ElektronikSemarang masih memimpin. Di saat nilai tukar rupiah tak menentu saat ini, yang terpenting menurutnya, adalah memberikan harga yang lebih kompetitif dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Saat ini sendiri dirinya melihat peluang bisnis penyejuk udara (AC) akan memiliki prospek yang cerah dalam waktu jangka panjang, dengan pertumbuhan penjualan AC mencapai 30-35 persen. Ini seiring dengan pembangunan perumahan, perkantoran, ruko (rumah toko), apartemen, hotel dan rumah sakit. “Pertumbuhan penjualan AC terjadi karena pengaruh berkembangnya bisnis properti di Semarang semakin besar,” tuturnya.

Terkait toko baru yang baru saja dibuka kemarin melayani penjualan eceran serta grosir AC serta perlengkapannya. Pihaknya juga melayani project AC Split, portable, residential, commercial dan industrial. Produk lain selain AC, pun sangat lengkap seperti produk air cooler, air purifier, humidifier, dehumidifier, kipas angin, exhaust fan dan lainnya.

Store Manager Global Elektronik Semarang Bea Wulandari memambahkan jika selama opening promo sampai tanggal 18-31 Maret 2015, Global Elektronik berkolaborasi dengan semua pabrik AC dan Bank Mandiri menggelar cicilan 0 persen 6 dan 12 bulan tanpa bunga dan biaya administrasi, setiap transaksi AC 0,5 PK-2 PK menggunakan kartu kredit Mandiri mendapatkan voucher belanja hingga Rp. 400 ribu. “Kami juga menyediakan staf pengiriman tepat waktu, teknisi handal untuk pemasangandan perawatan AC, gratis perlengkapan pemasangan standar,program trade-in (tukar tambah) dan berhadiah langsung tanpa syarat, ” tambahnya.

Terpisah, Branch Manager SHARP Semarang Anton Fatoni, mengatakan jika produk pendingin udara (AC) khusus SHARP saat ini mengalami kenaikan penjualan sebesar 15 Persen dengan produk ramah lingkungan yang paling diminati. “Kenaikan penjualan khus produk AC sebesar 15 persen, dengan naiknya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan saving energy,” tukasnya. (den/smu)