Petugas Jemput Bola dan Antarkan Pulang

115
ANTRE : Ratusan warga Kota Pekalongan memanfaatkan pelayanan gratis Tiga Pilar di area Carrefour Medono Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (18/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ratusan warga Kota Pekalongan memanfaatkan pelayanan gratis Tiga Pilar di area Carrefour Medono Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (18/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ratusan warga Kota Pekalongan memanfaatkan pelayanan gratis Tiga Pilar di area Carrefour Medono Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (18/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

Kendati sudah ada BPJS Kesehatan, namun masyarakat merasa tertolong ketika ada layanan pengobatan gratis. Sebagaimana yang dilakukan Tiga Pilar yang digelar Pemkot Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan Kodim 0710/Pekalongan di area Carrefour Medono Pekalongan Barat Kota Pekalongan, Rabu (18/3) kemarin.

MASYARAKAT yang berada di bawah garis kemiskinan, untuk biaya makan sehari-hari saja susah. Apalagi untuk berobat yang biayanya tidak murah. Sebagaimana yang dirasakan Sumadi, 50, warga Pasirsari RT 3 RW 3, Pekalongan Utara. Dirinya merasa senang dengan adanya layanan kesehatan gratis Tiga Pilar.

“Senang bisa berobat gratis, semoga sakit saya bisa cepat sembut. Saya jarang bisa berobat, karena tidak ada biaya. Karena ada layanan gratis ini, bisa memeriksakan diri,” ucapnya saat antre di area kesehatan.

Demikian yang dirasakan Samuji, 75, yang mengaku sudah lama sakit. “Badan saya sakit semua, mau berobat tapi takut mahal. Saya juga tidak memiliki uang untuk berobat. Bersyukur, diajak tetangga ikut acara ini. Alhamdulillah bisa sedikit mengurangi beban hidup saya,” kata kakek bersarung ini.

Yang membuat Samuji bersyukur, dirinya bersama warga lainnya yang rumahnya jauh di pelosok, diangkut dengan kendaraan Polres Pekalongan Kota. “Kami tadi diangkut mobil polisi, nanti pulangnya juga akan diantar lagi bersama warga Pasirsari yang lain,” terang dia.

Meski begitu, Lilis, 60, warga Binagriya yang jaraknya hanya 1 kilometer dari lokasi acara turut memanfaatkan acara tersebut untuk memeriksakan kesehatannya. “Saya barusan periksa sakit perut, dulu pernah terkena mag. Datang kesini mau memerika apakah masih terkena atau tidak. Kan lumayan, gratis,” tutur Lilis.

Namun beberapa masyarakat lain seperti Mansyur, 48, warga Medono berharap pelayanan gratis tersebut lebih ditingkatkan. “Saya sangat setuju sekali dengan kegiatan ini, karena masyarakat butuh. Namun kami juga butuh periksa kesehatan lainnya, semisal cek gula darah dan sejenisnya. Karena periksa seperti itu pasti mahal,” terang dia.

Dalam kesempatan kemarin, selain adanya pemeriksaan kesehatan juga disediakan layanan donor darah bagi yang mampu. Salah satunya Umi, 24, warga Samborejo Kecamatan Tirto Pekalongan. “Saya baru kali ini ikut donor darah,” ujar SPG salah satu tenant baju di area tersebut.

Dalam layanan terpadu tersebut diberikan, masyarakat juga memanfaatkan beragam pelayanan lainnya yang disediakan. Di antaranya, pembuatan SKCK, perpanjangan SIM, sidik jari, pelayanan KB-Kesehatan, dan lainnya. “Yang terbanyak masih seputaran pelayanan kesehatan,” kata Kapolres Pekalongan Kota melalui Wakapolres Kompol Mashudi.

Dalam acara tersebut, melayani 900 orang. Meliputi, pelayanan kesehatan umum 450 orang, donor darah 109 orang, pembuatan KK/EKTP 79 orang, pembuatan laporan kehilangan 24 orang, perpanjangan SIM 86 orang, pelayanan KIR 90 orang ,pembuatan SKCK 31 orang, dan pelayanan sidik jari 31 orang. (han/ida)