TEMBALANG – Misi dari salah satu kandidat calon rektor Universitas Diponegoro (Undip) mendapat sorotan Sekjen Ikatan Alumni (IKA) Undip Ahmad Muqowam. Diketahui, saat proses pemilihan 5 balon (bakal calon) dalam proses tahapan Pilrek Undip, Selasa (17/3) lalu, salah satu balon, Yos Johan Utama melontarkan sebuah pernyataan jika kelak ia saat terpilih menjadi pemimpin universitas tersebut akan menurunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang masih dinilai tinggi.

Hal tersebut sontak mendapatkan tanggapan dari Anggota DPD RI periode 2015 ini. Menurut Muqowam, menurunkan UKT merupakan sesuatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Pasalnya, meski tidak mengalami kenaikan pada tahun 2013, banyak mahasiswa yang demo akibat biaya kuliah terlalu tinggi.

”Menurunkan uang kuliah itu sesuatu yang tidak mudah. Pada 2013, tidak naik saja mahasiswa banyak yang demo. Artinya bahwa, di satu sisi madu (menurunkan uang kuliah), di satu sisi merupakan otoritas Undip. Yang menjadi persoalan nanti apakah objektif hal seperti itu apabila dilakukan. Kan ini tidak bisa menggunakan manajemen yang lillahitaala. Itu sesuatu yang anakronistik,” ujar Muqowam, kemarin.

Ia mengatakan, seharusnya saat ini yang harus dilakukan oleh Undip yaitu lebih mempelajari tentang segala regulasi dalam Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Seperti diketahui, Undip kini tengah mengalami masa transisi dari status PTN BLU menjadi PTN BH.

”Karena itu, sebelum calon menyampaikan pemikiran yang verbal seperti itu, harus dipikirkan dampaknya ke depan. Mereka harus bersama-sama memajukan Undip. Rektor merupakan pemimpin sehingga ia mampu mengajak komponen di universitas untuk menuju hal tersebut,” katanya.

Yos sendiri telah masuk bursa tiga besar calon yang lolos dalam proses penetapan dari 5 balon menjadi 3 calon guna mengikuti tahapan proses Pilrek Undip 2015-2019. ”Sampai kemudian rapat senat menyaring tiga calon rektor dari sebanyak lima bakal calon. Mereka yang lolos sebagai calon rektor adalah Slamet Budi Prayitno mendapatkan 37 suara. M. Arifin sebanyak 32 suara dan Yos Johan Utama mendapatkan 27 suara,” tutur Ketua Panitia Pilrek, Sunarso.

Penyaringan itu melalui pemilihan suara yang diikuti sebanyak 119 anggota senat dengan 1 surat suara rusak. Dua bakal calon rektor Undip yakni Ocky Karna Radjasa dan Muhammad Nur masing-masing mendapatkan 11 suara dalam voting senat.

Menurut Sunarso, ketiga calon rektor berhak mengikuti pemilihan rektor yang akan digelar pada 2 April mendatang, bersama dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof M. Nasir.

Dia menambahkan tahapan pemilihan rektor dimulai dari penjaringan, penyaringan, sampai pemilihan rektor. Sesuai rencana pilrek akan dihadiri langsung menteri untuk juga memberikan suara pada calon. (ewb/zal/ce1)