Mahasiswa Beri Kartu Kuning Jokowi

215
KRITIK PEMERINTAH : Seorang peserta aksi demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) mengusung poster bertuliskan sindiran kepada pemerintahan Jokowi-JK. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
KRITIK PEMERINTAH : Seorang peserta aksi demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) mengusung poster bertuliskan sindiran kepada pemerintahan Jokowi-JK. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
KRITIK PEMERINTAH : Seorang peserta aksi demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) mengusung poster bertuliskan sindiran kepada pemerintahan Jokowi-JK. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Semarang, Rabu (18/3) menggeruduk kantor DPRD Jateng. Mereka sebelumnya melakukan long march dari Jalan Pahlawan Semarang. Sambil membawa spanduk, poster, dan alat peraga lainnya, mereka menilai revolusi mental dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo telah melenceng dan tidak prorakyat.

”Jokowi telah melakukan kebohongan publik saat berkampanye sebelum menjadi presiden. Sikapnya yang memberikan remisi pada koruptor merupakan bentuk tindakan yang membangkang pada rakyat,” ungkap salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Dikatakan, di Tiongkok koruptor yang terbukti memakan uang rakyat hukumannya digantung. Sedangkan di Saudi Arabia hukumannya dipotong tangan. Tapi kenapa di Indonesia hukumannya justru dipotong masa tahanan. ”Semua ini omong kosong. Bahkan sekadar pencitraan,” imbuhnya diamini mahasiswa lainnya.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro Affandi Rahmat Aries menjelaskan, ada tujuh tuntutan yang dilayangkan mahasiswa dalam aksi kali ini. Di antaranya penegakan aturan galian mineral PT Freeport, menstabilkan mata uang, revitalisasi kebijakan maritim, dan penghapusan remisi kejahatan seperti narkoba, korupsi, dan terorisme. ”Kami juga ingin agar Jokowi melakukan pemerataan pelayanan tenaga medis di bidang kesehatan, patuh dan konkret untuk merevolusi mental,” terangnya.

Affandi berharap melalui aksi ini presiden terketuk hatinya untuk kembali membela rakyat. Pasalnya selama ini ia telah berkali-kali mengeluarkan kebijakan yang yang tidak prorakyat. ”Kami memberikan kartu kuning buat dia (Presiden),” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa juga meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Jokowi. Sebagai pendukung Jokowi, diharapkan gubernur juga harus benar-benar melakukan revolusi mental dalam pemerintahan.

Lantaran seluruh anggota dewan di DPRD Jateng sedang reses, para mahasiswa pun akhirnya ditemui Staf Humas DPRD Jateng Kristina. Kepada mahasiswa, ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan dewan. Setelah itu, mereka berangsur membubarkan diri dengan berjalan mengelilingi lapangan Simpang Lima. (fai/ric/ce1)