Kawasan Tertib Terus Dipantau

136
SOSIALISASI: Petugas satpol PP membagikan leaflet ”Kawasan Tertib” kepada pedagang, Rabu, (18/3) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Petugas satpol PP membagikan leaflet ”Kawasan Tertib” kepada pedagang, Rabu, (18/3) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Petugas satpol PP membagikan leaflet ”Kawasan Tertib” kepada pedagang, Rabu, (18/3) kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Satpol PP dan Linmas Kota Semarang terus menggencarkan sosialisasi kawasan tertib PKL, reklame, dan PGOT (pengemis, gelandangan, orang telantar) di sejumlah jalan protokol.
Setelah memasang papan informasi kawasan tertib, kemarin (18/3), jajaran penegak perda tersebut membagikan sebanyak 500 brosur kepada masyarakat.

Brosur tersebut bertuliskan ”Kawasan Tertib” Jalan Pemuda, Gajah Mada, Pandanaran, dan Pahlawan. Bebas Pengemis, Gelandangan, Pengamen, Orang Telantar, Pedagang Kali Lima dan Reklame”.

Penyebaran leaflet dilakukan berjalan kaki mulai dari Jalan Pemuda menuju Gajah Mada dan Pandanaran. leaflet ini dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara dan para pedagang yang berada di sekitar lokasi jalan tersebut.

Kepala Bidang Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir menyatakan, akan terus menggencarkan sosialisasi terkait kawasan tertib kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan alasan supaya Kota Semarang lebih tertata dan rapi.

”Setelah sosialisasi ini, kami akan terus melakukan pengawasan kondisi di lapangan. Seandainya masih ada yang melanggar kami siap memberikan hukuman sesuai pelanggaran yang dilakukan,” ungkapnya Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu, (18/3) kemarin.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kabid Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sukar mengatakan, sosialisasi yang dilakukan ini supaya masyarakat mengetahui kawasan tersebut bebas dari PGOT dan reklame. ”Harapan kami, kawasan itu menjadi salah satu ruas atau tempat percontohan di Kota Semarang. Sehingga leaflet dan pemasangan papan Kawasan Tertib bisa diketahui masyarakat luas. Mari kita sama-sama menjaga kenyamanan, keindahan, dan ketertiban ini sebagai cermin dari budaya masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)