Ingin Menggugah Pencinta Pasar Malam

128
KREATIF: Berbagai karya fotografi, digital drawing dan manual drawing dipamerkan dalam Event Artnival di Galeri DKV Udinus oleh mahasiswa DKV Udinus angkatan 2014. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KREATIF: Berbagai karya fotografi, digital drawing dan manual drawing dipamerkan dalam Event Artnival di Galeri DKV Udinus oleh mahasiswa DKV Udinus angkatan 2014. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KREATIF: Berbagai karya fotografi, digital drawing dan manual drawing dipamerkan dalam Event Artnival di Galeri DKV Udinus oleh mahasiswa DKV Udinus angkatan 2014. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

PENDRIKAN LOR – Semakin terpinggirkannya pasar malam dengan simbol-simbol seperti bianglala, badut, dan semacamnya yang memikat masyarakat di zaman dahulu, nampaknya menggugah para mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) DKV Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Sejak Senin (16/3), para mahasiswa DKV Udinus tengah sibuk menggelar Artnival ’Where the Happiness Are’ yang bertajuk pasar malam. Menurut Ketua Panitia, Tito Kurnia Rahman, ia bersama mahasiswa lainnya memang sengaja ingin menggugah pencinta pasar malam melalui Artnival itu. ”Kami memang sengaja ingin menggugah kenangan masa lalu para penyuka pasar malam. Apalagi kini pasar malam semakin minim penyelenggaraannya, berbeda dengan dulu ketika belum banyak hiburan elektronik seperi sekarang ini,” papar Tito, Rabu (18/3).

Event tahunan ini mengambil tema yang berbeda di setiap pelaksanaannya, dan kali ini Artnival sengaja diambil untuk makin mempertajam insting mahasiswa dalam mengolah kegiatan. Sebanyak 26 karya yang dipamerkan di Galeri DKV Udinus ini, terdapat 4 karya fotografi, 6 karya manual drawing, dan sisanya merupakan digital drawing. ”Sebetulnya ada sebanyak 130 karya dalam angkatan DKV 2014 ini, namun hanya 26 karya yang dipamerkan dan sudah diseleksi,” tambah Tito. Salah satu dari ke-26 karya tersebut, berjudul ’Love is Carnival’ yang merupakan karya dari Anggi R Pratiwi yang juga merupakan mahasiswa jurusan DKV udinus ini dibuat dari manual drawing.

Dalam karya Anggi itu menggambarkan wajah seorang wanita yang kepalanya berhiaskan ornamen badut, dengan air muka menangis. Karya ini merupakan salah satu karya yang mendapat perhatian dari pengunjung, terlebih permainan warna hitam putih yang makin menguatkan pesan yang ingin disampaikan. ”Pameran karya seperti ini memang akan selalu kita lakukan, untuk menginformasikan pada masyarakat bahwa kita (mahasiswa) peduli dengan keadaan sosial. Salah satunya makin minimnya hiburan pasar malam,” tandas Anggi. (ewb/zal/ce1)