BELAJAR PROFESIONAL : Para peserta mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang di Balaikota, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
BELAJAR PROFESIONAL : Para peserta mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang di Balaikota, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sudah bukan rahasia lagi jika banyak badan koperasi di Semarang yang belum menguasai betul mengenai cara membuat laporan pertanggungjawaban yang benar. Mereka terlalu fokus pada kinerja hingga mengesampingkan administrasi.

Karena itu, agar koperasi memiliki daya saing tinggi, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang menggelar pelatihan pendidikan koperasi, terutama yang baru berdiri. “Apalagi sekarang banyak persaingan dalam sektor lembaga keuangan. Siap tidak siap, mereka harus bisa profesional jika ingin terus eksis. Apalagi manajemennya juga harus kuat demi menghadapi pasar global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini,” kata Kepala Seksi Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Bambang Sugeng, di sela-sela pelatihan yang dihadiri 40 koperasi, kemarin.

Gelaran yang dihelat tiga hari (17-19/3) di lantai 8 gedung Balai Kota ini memberikan tiga materi utama. Yaitu bagaimana meng handle manajemen koperasi, tata cara rapat akhir tahun (RAT), dan akuntansi dasar. Sektor itu merupakan pondasi dasar lembaga keuangan yang kerap disepelekan. Padahal, jika satu saja terlewat, bisa dipastikan administrasi lembaga tersebut kocar-kacir.

Dari pelatihan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini, Bambang berharap segala aspek yang bersinggungan dengan keuangan di dalam koperasi bisa dikelola dengan rapi. “Khususnya melaporkan pertanggungjawaban. Ini yang kerap menjadi kendala mereka. Sebenarnya tidak sulit, namun cukup rumit. Jika tahu bagaimana cara pengerjaannya dari awal, pasti gampang,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Diana Yulianti mengaku, membuat laporan pertanggungjawaban setiap akhir tahun sempat membuatnya stres. Padahal, bagian administrasi Koperasi Pakarti Rukun Sejahtera, Jalan Pahlawan ini sudah mengenyam pengalaman di lembaga keuangan selama empat tahun. “Mungkin karena otodidak. Jadi belum tahu mengenai teori-teori pengerjaannya. Bahkan kadang butuh bantuan tim lain untuk menyelesaikannya. Rumit banget, sih,” ucapnya.

Meski begitu, ketika dipaparkan mengenai tips dan trik pengerjaannya di dalam pelatihan ini, Diana mulai paham. Bahkan dia optimistis bisa mengerjakan sendiri laporan akhir tahunnya. “Sekarang sudah paham. Ternyata tidak begitu susah kalau sudah benar dari awal,” pungkasnya. (amh/ric)