KUNJUNGAN : Rombongan Pemkot Magelang yang dipimpin Sekda Sugiharto saat diterima jajaran Pemkot Bukittinggi yang dipimpin Asisten 2 Pemkot Bukittinggi Ismail. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KUNJUNGAN : Rombongan Pemkot Magelang yang dipimpin Sekda Sugiharto saat diterima jajaran Pemkot Bukittinggi yang dipimpin Asisten 2 Pemkot Bukittinggi Ismail. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KUNJUNGAN : Rombongan Pemkot Magelang yang dipimpin Sekda Sugiharto saat diterima jajaran Pemkot Bukittinggi yang dipimpin Asisten 2 Pemkot Bukittinggi Ismail. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

PEMKOT Magelang gencar mengenalkan Kota Sejuta Bunga ke sejumlah daerah. Rombongan yang dipimpin Sekda Kota Magelang Sugiharto berkunjung ke Pdang dan Bukittinggi Sumatera Barat pekan lalu.

“Kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mengenalkan Kota Magelang di Ranah Minang ini,” kata Sugiharto.

Sebagai kota jasa, tak lantas membuatnya berhenti untuk menimba ilmu di pulau lain. Sugiharto mengaku, meski Kota Magelang sudah banyak meraih penghargaan, tentu saja masih memiliki kelemahan maupun kekurangan. “Kami belajar dari kelebihan-kelebihan mereka,” tambahnya.

Tak lupa, dalam setiap kunjungannya, Sugiharto mengenalkan wilayah Kota Magelang yang hanya 18,12 kilometer persegi, namun potensial untuk jujukan wisata. Dia juga mengenalkan program 100 event yang akan dihelat selama tahun 2015 ini.

Sementara itu, Asisten 2 Pemkot Bukittinggi Ismail mengaku senang kedatangan tamu dari Kota Magelang. Mmenurutnya, kunjungan tersebut juga membantu peningkatan ekonomi Bukittinggi. Dia juga berbagi pengalaman dalam membangun market pariwisata di kotanya. “Kami manfaatkan para perantau untuk promosikan Bukittinggi dengan tempat-tempat wisatanya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan jika bangunan pemerintah tetap mempertahankan ciri khas Rumah Gadang. Karena itu akan menjadi daya tarik wisatawan dan akan melekat pada wisatawan setelah kembali ke daerah masing-masing. “Kami juga membiasakan masyarakat mencintai lagu-lagu daerah. Sehingga saat mereka merantau, mereka rindu pulang setelah sukses di rantau,” ucapnya.

Dia menambahkan, masyarakat di Bukittinggi juga memiliki peranan mempromosikan wisata maupun kekayaan alamnya. Sehingga, wisatawan yang datang ke kotanya merasa betah dan tidak kekurangan informasi.

“Kami juga ada jadwal memakai pakaian yang bahannya buatan lokal, sebagai upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan perkonomian masyarakat,” imbuhnya. Setiap Jumat, PNS laki-laki memakai celana batik, koko, mengenakan sarung di bagian leher dan peci. Sedangkan perempuan memakai baju kurung.

Dalam kunjungan di Kota Padang rombongan diterima oleh Sekda Kota Padang Nasir Achmad, Asisten 3 Corri Saidan, dan jajaran kehumasan. Sementara di Bukittinggi, rombongan diterima Asisten 2 Pemko Bukittinggi Ismail, dan usai acara sempat menemui Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis di ruang kerjanya. (put/ton)