31.2 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Banyak Hotel dan Restoran Belum Bersertifikasi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PELAYANAN RENDAH : Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang sangat padat hotel, restoran, villa serta tempat hiburan karaoke. Jika difoto dari atas, areal persawahan mulai menyempit terdesak hotel. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELAYANAN RENDAH : Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang sangat padat hotel, restoran, villa serta tempat hiburan karaoke. Jika difoto dari atas, areal persawahan mulai menyempit terdesak hotel. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNGAN- Hingga saat ini, belum seluruhnya anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang memiliki sertifikasi usaha pariwisata. Kalaupun ada, hanya sebagian kecil. Alasannya terkendala dana yang besar dalam mengurus seritifikasi usaha pariwisata.

“Belum semua anggota PHRI memiliki sertifikasi usaha pariwisata. Memang untuk mendapatkan sertifikasi butuh dana besar. Sehingga cukup memberatkan para pengusaha. Kami tetap mengimbau agar seluruh anggota PHRI mengupayakan ikut sertifikasi itu,” ungkap Ketua PHRI Kabupaten Semarang, Sumardi Darmadji, Rabu (18/3) pagi kemarin di sela-sela acara sosialisasi sertifikasi usaha pariwisata Kabupaten Semarang di Bandungan.

Sumardi mengimbau agar anggotanya mengikuti proses sertifikasi usaha pariwisata. Selain sebagai upaya pemenuhan peraturan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 52 tahun 2012, sertifikasi usaha pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha. Untuk sertifikasi usaha restoran, dapat dilaksanakan paling lambat akhir tahun 2016 dan untuk usaha hotel per Oktober 2015.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan bahwa pengelolaan usaha pariwisata tidak maksimal, sehingga angka kunjungan wisatawan mancanegara sangat rendah. Mutu usaha dan pelaku industri pariwisata masih kalah saing dalam menggaet wisatawan. “Standarisasi mutu pelayanan, kuliner dan tenaga kerja pariwisata dapat memperkuat daya saing sekaligus merebut pasar pariwisata internasional. Usaha pariwisata sangat luas, terkait dengan berbagai bidang usaha lainnya. Jika semua aspek memiliki standar kompetensi, akan mudah merebut kepercayaan wisatawan. Karena itu, perlu dilakukan sertifikasi,” kata bupati. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pindah Sementara, Pedagang Kirab Boyongan

DEMAK-Pedagang Pasar Mranggen hingga kemarin dilaporkan telah pindah semua ke pasar darurat di lapangan Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen. Kini, pedagang tengah konsentrasi untuk menata...

Timba Ilmu dari Buku

ILMU bisa didapat dari mana saja. Tak hanya dari sekolah atau buku-buku. Melihat perilaku sosial pun bisa jadi bahan pembelajaran. Konsep itulah yang digenggam...

Ditinggal Tarawih, Perhiasan Rp 60 Juta Digasak

BARUSARI - Sugiartiningsih, 51, hanya bisa pasrah, sepulang dari salat Tarawih di masjid. Bagaimana tidak, sejumlah barang di dalam rumahnya di Jalan Pedurungan...

Serap Tenaga Kerja Terampil

SALATIGA - Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) memastikan apabila terpilih akan peduli terhadap dunia pendidikan...

More Articles Like This

- Advertisement -