UNGARAN–Sebanyak 208 desa di Kabupaten Semarang digelontor bantuan dari Pemprov Jateng sebesar Rp 9,260 miliar. Dana bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana dasar seperti jamban, air bersih dan lainnya di desa masing-masing.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono mengatakan bahwa untuk kategori desa pemula ada 94 desa yang memperoleh masing-masing Rp 50 juta dan kategori desa prakarsa untuk 114 desa sebesar masing-masing Rp 40 juta. Anggaran tersebut akan diberikan pada masing-masing desa untuk membangun sarana dan prasarana dasar. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2, sarana dan prasarana dasar meliputi penyediaan air bersih, jamban komunal, taman baca di masyarakat.

“Teknis untuk mendapatkan bantuan tersebut masing-masing desa harus membuat proposal yang diajukan kepada Pemprov Jateng yang rekomendasi oleh Bupati Semarang. Pengunaan dana tersebut, 95 persen untuk pembelian material dan sebesar 5 persen untuk operasional. Anggaran itu, tidak boleh untuk membayar tukang,” kata Yoseph di sela-sela sosialiasi bantuan keuangan desa berupa sarana prasarana di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (18/3) kemarin.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Desa, Bapermasdes Pemprov Jateng, Raidun Manurung, bantuan keuangan desa ini telah memasuki tahun kedua. Semua desa di Jateng akan memperoleh bantuan tersebut. “Persyaratannya masing-masing desa mengajukan proposal dengan rekomendasi bupati,” tutur Manurung. (tyo/ida)