TERBATAS: Petugas pemadam kebakaran Kota Magelang telah menjinakkan api yang membakar Toko Besi Sukses Mulya di Jalan Tidar, Selasa (17/3). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
TERBATAS: Petugas pemadam kebakaran Kota Magelang telah menjinakkan api yang membakar Toko Besi Sukses Mulya di Jalan Tidar, Selasa (17/3). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
TERBATAS: Petugas pemadam kebakaran Kota Magelang telah menjinakkan api yang membakar Toko Besi Sukses Mulya di Jalan Tidar, Selasa (17/3). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Jumlah personel Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang saat ini masih kurang. Damkar memiliki 21 petugas, tak sebanding dengan armada yang ada serta pembagian shift kerja.

Kepala UPTD Tim Damkar Kota Magelang Eko Yanuarso mengatakan, saat ini Damkar memiliki 5 unit mobil pengangkut air untuk memadamkan si jago merah saat kebakaran. Satu unit mobil idealnya diisi 5 orang, sehingga butuh 25 petugas. Itu belum dihitung dengan kebutuhan pembagian kerja.

“Jadwal kerja kami, dibagi menjadi 3 shift,” katanya usai upacara peringatan Hari Pemadam Kebakaran ke-96, HUT ke-65 Satpol PP, dan HUT ke-53 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di halaman depan Kantor Wali Kota, Selasa (17/3).

Kendati demikian, dia mengaku tetap memberikan pelayanan dan bertugas dengan baik walau memiliki keterbatasan. Saat bertugas di lapangan, pihaknya dibantu oleh para relawan lain, seperti tim Search and Rescue (SAR), Pramuka, Taruna Siaga Bencana (Tagana), unsur TNI, Polri dan sebagainya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta tim Damkar harus tanggap terhadap laporan masyarakat. Ia juga meminta petugas untuk menentukan langkah antisipasi kebakaran. “Berikan layanan prima kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko dan dampak kebakaran,” ucap Sigit.

Kemarin pagi, kebakaran hampir meludeskan Toko Besi Sukses Mulya di komplek pertokoan Rejotumoto, Jalan Tidar, Kota Magelang. Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

Menurut saksi mata, Nugroho, 40, sekitar pukul 07.00, api disertai asap hitam terlihat dari arah toko yang masih dalam keadaan tertutup itu. Ia pun berteriak minta bantuan para warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi untuk memadamkan api.

”Saya dan beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil memanggil petugas pemadam kebakaran (damkar). Tidak tahu dari masa asalnya api, karena tiba-tiba saja ada asap membumbung ke atas,” katanya.

Tiga mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Polisi langsung memasang garis polisi guna menyelidiki asal api.

”Dari hasil identifikasi, dugaan sementara akibat korsleting listrik di salah satu LCD komputer. Beberapa bagian kami ambil untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium,” jelas Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani.

Pemilik toko besi, Yonardo, 37, warga asal Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengaku, mengetahui peristiwa ini dari informasi warga. Ia langsung menuju tempat kejadian dan melihat tokonya hampir terbakar habis. ”Bersyukur api tidak terlalu besar, sehingga tidak menghabiskan toko saya. Yang terbakar tidak banyak, seperti mur, baut, besi, alat-alat teknik, dan lainnya. Kerugian sekitar Rp10 juta,” jelasnya. (put/mg2/ton)