Konstruksi Jembatan Sendang Tidak Ideal

134

“Turunnya tiang atau pilar jembatan karena erosi. Sekalipun pilarnya turun, tapi masih stabil dan balok jembatan masih utuh. Jadi masih kuat jika dilewati kendaraan seberat 12 ton,”
Kepala DPU Kabupaten Semarang
Totit Oktoriyanto

UNGARAN-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang menilai konstruksi Jembatan Sendang Kulon Pondok di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, sudah tidak lagi ideal. Kendati demikian, konstruksi jembatan tersebut masih kuat dilalui kendaraan termasuk truk berkapasitas muatan 12 ton. Rencananya jembatan tersebut akan dilakukan perbaikan dengan biaya Rp 3 miliar plus perbaikan alur jalan berkisar Rp 1 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut memang sudah tidak ideal. Sebab, salah satu pilar di tengah jembatan turun sejak dua tahun lalu. Akibatnya jembatan yang menjadi akses penghubung antara Kecamatan Bringin dan Kecamatan Bancak ini perlu diganti.

“Turunnya tiang atau pilar jembatan karena erosi. Sekalipun pilarnya turun, tapi masih stabil dan balok jembatan masih utuh. Jadi masih kuat jika dilewati kendaraan seberat 12 ton,” ungkap Totit Oktoriyanto, Selasa (17/3) pagi kemarin.

Totit menjelaskan ada batu besar di sungai di dekat jembatan, sehingga mengakibatkan aliran air sungai berputar dan memicu terjadinya erosi. Selain itu, adanya aktivitas penambangan galian C di sungai turut memicu terjadinya erosi. Saat ini batu besar di sungai sudah dipecah dengan cara diledakkan untuk mengurangi erosi.

“Ke depan, perlu dibangun jembatan baru mengganti jembatan lama yang usianya tergolong sudah tua. Butuh biaya Rp 3 miliar untuk perbaikan jalan ditambah Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan di sekitar jembatan. Kami akan mengusulkan anggaran tersebut di tahun 2016,” kata Totit. (tyo/ida)