Keracunan Mi, 8 Orang Diperiksa Polisi

139
AKBP Widi Atmoko. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKBP Widi Atmoko. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKBP Widi Atmoko. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Polres Batang akhirnya Selasa (17/3) siang kemarin, memeriksa 8 orang terkait kasus keracunan makanan mi basah yang menimpa sekitar 60 orang pada Sabtu (15/3) dan Minggu (16/3) kemarin. Korbannya meliputi puluhan siswa TK Saraswati Desa Simbangjati, Kecamatan Tulis dan puluhan warga lainnya dari berbagai desa. Bahkan, hingga kini 22 korban masih dirawat di RSUD Kalisari Batang.

Salah satu yang diperiksa adalah pihak katering yang membuat masakan mi basah dengan inisial H, 35, warga Desa Simbangjati RT 04 RT 01, Kecamatan Tulis. Saat diperiksa, H membenarkan bahwa dirinya yang memasak dan menyuguhkan menu mi basah kepada siswa TK Saraswati dan puluhan warga Desa Simbangjati. Menurutnya mi basah tersebut dibeli dari Pasar Tulis, kemudian diolah dan diberikan kepada siswa TK Sarasawati. “Saya tidak tahu kalau mi basah yang kami buat mengandung racun. Saya belinya di pasar, tidak membuat mi basah sendiri,” ungkap H usai diperiksa.

Kapolres Batang, AKBP Widiatmoko menjelaskan bahwa pihak Polres Batang telah memeriksa delapan orang, terdiri atas korban keracunan baik dari kalangan siswa TK Saraswati, orangtua dan korban, serta masyarakat umum lainnya. Bahkan, pihak-pihak yang diduga mengetahui produksi mi basah yang dikonsumsi korban keracunan juga ikut diperiksa.

“Sudah delapan orang yang kami mintai keterangan. Kami juga telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium forensik (Labfor), untuk membuktikan penyebab kejadian keracunan tersebut. Kami masih menunggu hasil Labfor,” jelas Kapolres.

AKBP Widiatmoko juga menandaskan bahwa dugaan awal, penyebab keracunan kemungkinan berasal dari mi basah yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat. Meski begitu, penyebabnya bisa terjadi karena banyak faktor, seperti sudah kadaluarsa, pemakaian bahan pengawet atau lainnya.

“Ini perhatian bagi masyarakat, jangan membeli makanan secara sembarangan. Perhatikan kondisi makanan, kebersihan serta lingkungan. Pastikan makanan yang dikonsumsi itu sehat dan aman. Ini penting sekali, agar masyarakat tidak menjadi korban, seperti dalam kasus keracunan yang dialami banyak warga kemarin,” kata AKBP Widiatmoko mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Kabupaten Batang, Jamal Abdul Nasser mengatakan bahwa jajaran Disperindagkop bersama tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Polres, dan Satpol PP, Rabu (18/3) besok, akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar. Termasuk mendatangi pembuat mi basah yang produksi makanannya dijual di wilayah Kabupaten Batang.

“Melalui sidak, kami ingin memberikan pembinaan kepada produsen mi basah, agar membuat makanan yang betul-betul aman dikonsumsi. Jangan sampai ada campuran zat-zat berbahaya di dalamnya. Sampel makanan dari mi basah tersebut akan kami ambil untuk kami periksa,” kata Jamal. (thd/ida)