STUDI BANDING: Dirjen Prof. Dr. Dr. Akmal Taher SpU(K) Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI bersama para calon surveyor melakukan kunjungan ke Puskesmas Wonosobo I. (IST)
STUDI BANDING: Dirjen Prof. Dr. Dr. Akmal Taher SpU(K) Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI bersama para calon surveyor melakukan kunjungan ke Puskesmas Wonosobo I. (IST)
STUDI BANDING: Dirjen Prof. Dr. Dr. Akmal Taher SpU(K) Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI bersama para calon surveyor melakukan kunjungan ke Puskesmas Wonosobo I. (IST)

Puskesmas Wonosobo I menyandang predikat sebagai Puskesmas pertama di Indonesia yang mengantongi akreditasi nasional. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

SEBAGAI pelopor, Puskesmas ini menjadi rujukan nasional. Kemarin (17/3), misalnya, para calon tenaga surveyor dari Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI, belajar langsung ke Puskesmas Wonosobo I.

“Di antara sekitar 9.000 Puskesmas di seluruh Indonesia, Puskesmas Wonosobo I menjadi yang pertama terakreditasi,” kata Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K), kemarin.

Akmal Taher menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan manajemen Puskesmas di seluruh Indonesia. Salah satunya, harus memiliki akreditasi nasional. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014. Selama empat tahun ke depan, Kemenkes menargetkan bisa mengakreditasi 5.600 Puskesmas.

“Untuk mempersiapkan itu, kami menyiapkan tim surveyor. Hari ini (kemarin) kami ajak langsung melihat ke Puskesmas Wonosobo I untuk melihat kondisi riil,” kata Akmal, didampingi Kepala Dinkes Wonosobo, dr RM Okie Hapsoro BP.

Akmal mengatakan, untuk tahap awal tahun ini, Puskesmas di 140 kabupaten/kota, telah ditetapkan menjadi prioritas akreditasi tahap pertama. Di sela peninjauan, Akmal mengakui, dari sisi fisik dan kelengkapan sumber daya manusia, Puskesmas Wonosobo I sangat layak mendapat status terakreditasi. Kelengkapan peralatan medis penunjang pelayanan juga mendapat apresiasi.

“Pelayanan UKM (upaya kesehatan masyarakat ) maupun UKP (upaya kesehatan perorangan) di Wonosobo I layak menjadi contoh bagi Puskesmas lain di Indonesia,” katanya.

Akmal menuturkan, pihaknya sengaja mengirim para peserta pelatihan calon pelatih surveyor ke Wonosobo. Tujuannya, agar mereka mendapatkan gambaran komprehensif mengenai bentuk Puskesmas yang sesuai Permenkes Nomor 75 Tahun 2014.

Ia berharap, dengan pengamatan langsung, calon-calon pelatih surveyor yang akan menentukan nasib 5.600 Puskesmas dalam 4 tahun ke depan.

“Surveyor harus benar-benar mampu mendapat pemahaman secara utuh, sehingga kelak bisa ditularkan kepada para surveyor nasional,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr RM Okie Hapsoro M.Kes mengatakan, adanya tinjauan langsung jajaran Direktorat Jenderal BUK Kemenkes RI, meyakini bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Wonosobo I akan semakin meningkat. Hal itu sesuai harapan dan standar yang ditetapkan.

“Selain Wonosobo I, para peserta yang akan berada di Wonosobo selama 3 hari, juga melakukan kajian lapangan di Puskesmas Selomerto,” katanya.

Okie mengatakan, di Wonosobo sudah ada empat Puskesmas yang terakreditasi secara nasional. Yakni, Puskesmas Selomerto, Puskesmas Wonosobo I, Puskesmas Garung dan Mojotengah. “Hanya tingkatan akreditasi masih berada di bawah Wonosobo I,” jelasnya. (*/isk)