BAGI SEMBAKO : Anggota Komunitas CKP melakukan kehiatan rutin setiap Jumat, berbagi sembako berisi beras, gula, teh dan mi instan kepada para lansia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
BAGI SEMBAKO : Anggota Komunitas CKP melakukan kehiatan rutin setiap Jumat, berbagi sembako berisi beras, gula, teh dan mi instan kepada para lansia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
BAGI SEMBAKO : Anggota Komunitas CKP melakukan kehiatan rutin setiap Jumat, berbagi sembako berisi beras, gula, teh dan mi instan kepada para lansia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

People power, itulah gambaran Komunitas Cinta Kota Pekalongan (CKP). Sebagian besar anggotanya buruh harian lepas dengan penghasilan minim, namun bisa menyisihkan rejeki untuk membantu sesama. Seperti apa?

LUTFI HANAFI, Pekalongan

DI tengah banyak kumpulan komunitas dengan background beragam, sekumpulan buruh sepakat membentuk komunitas sederhana melalui media sosial Facebook pada Agustus 2012. Yakni, Komunitas Cinta Kota Pekalongan (CKP). Komunitas ini dimotori oleh Muhlishin atau yang intim disapa Lihsin Kuching. Media sosial dipilih karena aksesnya sekarang juga lebih mudah dan murah. Perangkatnya berupa handphone juga bisa dibeli dengan harga murah.

Selain ajang kumpul-kumpul anak muda, komunitas ini memiliki kegiatan sosial, menyantuni anak yatim piatu dan memberikan tunjangan lansia. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai buruh harian lepas di industri batik, konveksi dan lainnya. Namun kuatnya komitmen untuk menjalin hubungan kebersamaan menjadikan mereka bersatu dan kuat.

Pendanaannya diselenggarakan dengan menarik iuran anggota setiap Kopdar (Kumpul Darat), uang yang terkumpul sebagian untuk minuman saat kopdar, sisanya untuk kegiatan sosial. “Tidak ada batasan, spontanitas saja ikut iuran. Lalu dikumpulkan untuk seluruh kegiatan,” kata Lihsin.

CKP beberapa kali sudah melakukan aksi sosial. Yang terakhir menggelar aksi sosial Peduli Lansia dengan membagikan paket sembako kepada 15 kaum Lansia di Kelurahan Klego, Jumat (13/3) siang lalu.

Kegiatan Peduli Lansia memang menjadi salah satu program CKP sosial yang dilaksanakan satu pekan sekali, yakni setiap Jumat. Karena hari itu, kaum buruh mendapat jatah libur dari juragannya. “Kami memberikan bantuan berupa paket sembako berisi beras, gula, teh dan mi instan. Kegiatan sosial ini rutin dilakukan setiap Jumat dengan sumber dana iuran anggota CKP,” terang Lihsin.

Sasaran lansia yang akan diberikan bantuan, berpindah-pindah setiap minggunya. Cakupannya pun, tak hanya di Kota Pekalongan, melainkan hingga ke wilayah Kabupaten Pekalongan.

Selain Peduli Lansia, juga menjalankan sejumlah kegiatan lain seperti CKP Berbagi Nasi, CKP Peduli Lingkungan dan CKP Religi. Tiga kegiatan itu, dilaksanakan satu bulan sekali. Menyempatkan diri pula untuk melakukan event kerja bakti kebersihan, di antaranya pernah diadakan di Stadion Kraton dan Taman Jetayu Kota Pekalongan.

“Kami setiap minggunya menggelar kegiatan yang bersifat sosial. Setiap malam Jumat Kliwon ada kegiatan CKP Berbagi Nasi, yang diberikan kepada para tukang becak yang tidur di jalanan, anak jalanan dan siapa saja yang kami temui di jalan sekiranya memerlukan makanan,” ungkapnya.

Sedangkan CKP Peduli Lingkungan, lebih menekankan pada perawatan atau pembersihan fasilitas umum, seperti masjid, musala dan fasilitas publik yang mangkrak atau tak terurus dengan baik. Serta kegiatan lain CKP religi yang lebih ke pembinaan keimanan para anggota agar senantiasa terjaga dari hal-hal yang negatif.

Komunitas CKP, saat ini memiliki anggota aktif kurang lebih 150 orang yang rutin melakukan Kopdar. Tempat yang sering dipilih adalah di pelataran Stadion Manggala Krida Bebekan Kedungwuni. Pemilihan tempat ini dengan alasan luas dan mudah menampung seluruh anggotanya. Yang pasif diperkirakan jauh lebih besar, mengingat anggota yang terjaring di media sosial mencapai jumlah ribuan, namun selalu aktif berkomunikasi secara online. (*/ida)