Fisik Meragukan, Konsistensi Jadi Catatan

144
DI BAWAH FORM: Bakori Andreas (putih) mendapat kawalan ketat dari pemain PSCS Cilacap, tadi malam. Pemain sayap PSIS ini gagal bermain bagus tadi malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
DI BAWAH FORM: Bakori Andreas (putih) mendapat kawalan ketat dari pemain PSCS Cilacap, tadi malam. Pemain sayap PSIS ini gagal bermain bagus tadi malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
DI BAWAH FORM: Bakori Andreas (putih) mendapat kawalan ketat dari pemain PSCS Cilacap, tadi malam. Pemain sayap PSIS ini gagal bermain bagus tadi malam. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

CILACAP – PSIS akhirnya menyelesaikan tour tandang pra musim mereka dengan meraih hasil imbang 0-0 versus kontestan Divisi Utama lainnya, PSCS Cilacap dalam laga yang digelar di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap tadi malam.

Konsistensi permainan tampaknya jadi catatan yang harus segera dibenahi pelatih. Setelah menundukkan Persibas Banyumas 2-0 di laga sebelumnya, di mana PSIS tampil dengan dengan determinasi kecepatan, malam kemarin PSIS justru memainkan tempo lambat sejak babak pertama. Dua winger muda tim Mahesa Jenar, Bakori Andreas dan Indra Setiawan yang biasanya menjadi motor serangan tim petang kemarin tampil di bawah form terbaik mereka. Alhasil daya dobrak PSIS sedikit melempem sepanjang babak pertama.

Peluang terbaik PSIS di babak pertama lahir melalui Ahmad Agung. Namun sayang sundulan kepala pemain muda debutan itu masih membentur tiang gawang PSCS yang dijaga oleh Suchaimin. Sama halnya dengan PSIS, tim tuan rumah PSCS juga gagal mengembangkan permainan terbaik mereka. dominasi skuat muda tim asuhan Ahmad Muhariah itu bahkan gagal menciptakan peluang hingga akhirnya babak pertama berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, juru ramu PSIS tampaknya ingin membuat suasana baru. Beberapa pemain seperti Hari Nur Yulianto, Andrianto dan Ardi coba dimasukkan oleh pelatih asal Semarang itu. Namun lagi-lagi, efektifitas penyerangan tim Mahesa Jenar belum mengalami perubahan. Bola-bola long pass dari sektor sayap yang coba diperagakan Fauzan Fajri dkk gagal berbuah manis sepanjang babak kedua.

Begitu juga di kubu PSCS Cilacap, perubahan formasi dari 4-4-2 ke 4-2-3-1 yang coba diterapkan Ahmad Muhariah di babak keuda juga belum berbuah hasil. Kesalahan-kesalahan mendasar masih sering diperagakan skuad berjuluk Laskar Nusakambangan itu. Peluang terbaik PSIS di babak kedua lahir dari kaki M Yunus. Namun lagi-lagi sontekan pemain yang telah dua musim merumput bersama PSIS itu masih diselamatkan mistar gawang PSCS sehingga kedudukan imbang 0-0 bertahan hingga laga usai.

Usai laga, juru ramu PSCS, Ahmad Muhariah mengakui timnya masih belum memiliki daya dobrak yang mumpuni. Oleh karena itu pihaknya berharap bisa segera menemukan striker ideal di sisa waktu sebelum kick off Divisi Utama ini. “Untuk lini tengah dan belakang sudah ada kemajuan. Namun memang problem utama kami belum menemukan komposisi yang pas di lini depan. Ya mudah-mudahan di sisa waktu ini ada pemain baru yang merapat,” terangnya.

Sementara di kubu PSIS, head coach M Dofir mengakui performa Fauzan Fajri dkk sedikit menurun dibanding dengan laga uji coba sebelumnya ketika mereka berhasil unggul 2-0 atas Persibas Banyumas di Stadion Satria Purwokerto. “Mungkin karena waktu recovery hanya sehari jadi anak-anak sedikit loyo di pertandingan lawan PSCS malam ini (kemarin malam, red). Ya yang jelas itu menjadi bahan evaluasi kami,” terang Dofir.

Pihaknya juga mengakui, ketimpangan pemain starter dan pelapis masih dirasakan olehnya. Hal itu terlihat ketika di babak kedua kemarin beberapa pemain pelapis yang diturunkan belum mampu mengangkat performa tim. “Ya mungkin karena mayoritas pemain muda kami adalah pemain muda jadi masih perlu banyak jam terbang, apalagi di pertandingan tandang seperti ini. Catatan untuk seorang pemain pelamar, Abdul Kamil Sembiring saya lihat performanya justru lebih baik ketika lawan PSCS tadi (kemarin, red),” pungkasnya. (bas/smu)