TAMU REDAKSI: Koordinator program Coca-Cola Foundation Agus Priyono dan staf Image Dynamic Titi Nurmalasari berfoto dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz (kanan). (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Koordinator program Coca-Cola Foundation Agus Priyono dan staf Image Dynamic Titi Nurmalasari berfoto dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz (kanan). (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Koordinator program Coca-Cola Foundation Agus Priyono dan staf Image Dynamic Titi Nurmalasari berfoto dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz (kanan). (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Coca-Cola Foundation sebagai organisasi nirlaba mengdakan program “Lumbung Air Semarang-Salatiga.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen The Coca-Cola Foundation secara global untuk berkontribusi kepada lingkungan di setiap wilayah operasinya, khususnya seputar upaya pelestarian air bersih bagi masyarakat.

“Tahun ini, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) membuat 920 sumur resapan untuk masyarakat di enam desa di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bekerja sama dengan Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH), badan yang didirikan oleh U.S. Agency for International Development (USAID),” jelas Agus Priyono, Koordinator Program CCFI saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/3).

Kedatangan Agus yang didampingi staf Image Dynamic Titi Nurmalasari diterima Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto.

Dikatakan, sumur resapan sebelumnya juga dibuat di wilayah Mojokerto, Jatim dan Pematang Siantar, Sumut. Keberadaan sumur resapan ini terbukti mampu menyerap air hujan secara maksimal. “Sumur resapan itu berukuran lebar 2 meter, panjang 2 meter dengan kedalaman 2 meter. Pernah kita coba mengisinya dengan 2 tangki air, ternyata nggak pernah penuh. Air langsung meresap ke dalam tanah,” katanya.

Selain bisa mempertahankan mata air di sekitarnya, keberadaan sumur resapan ini juga mencegah terjadinya banjir. “Karena air hujan tidak langsung menuju sungai, tapi meresap ke dalam tanah di lingkungan perumahan warga yang dibangun sumur resapan,” ujarnya. (aro)