BALAI KOTA – Sejumlah bakal calon (balon) yang akan maju dalam pemilihan wali kota (Pilwalkot) Semarang 2015 mulai tebar pesona. Mereka melakukan pemasangan spanduk, poster, dan gambar dirinya di sejumlah jalan dan angkutan umum. Namun dari sejumlah balon yang sudah memasang alat peraga kampanye (APK), hanya balon wakil wali kota. Sedangkan balon wali kota belum tampak.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/3) kemarin, di lapangan, gambar dan poster balon wakil wali kota yang fotonya terpajang, di antaranya Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), Kadarlusman (Pilus), dan Falah Widya Yoga Pratama (Fallah). Ketiganya balon wakil wali kota dari PDIP.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Semarang, Supriyadi, mengakui adanya sejumlah alat peraga kampanye yang sudah mulai terpasang di sejumlah jalan protokol Kota Semarang. Menurutnya, pemasangan gambar, poster, dan spanduk tersebut dengan alasan sebagai langkah sosialisasi mencari elektabilitas dan popularitas.

”Kami juga telah berkoordinasi dengan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang maju dalam pilwalkot untuk melakukan sosialisasi secara serentak. Jadi, gambar dan poster itu untuk mengenalkan kepada masyarakat Kota Semarang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakuinya, kegiatan survei untuk mengukur elektabilitas balon yang maju dalam pilwalkot akan dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga para balon yang maju diberikan kesempatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya lewat pemasangan gambar, poster dan spanduk.

”Bulan depan kita sudah melakukan survei elektabilitas dan popularitas masing-masing calon. Sehingga kita bisa secepatnya mengetahui bakal calon yang maju nantinya mendapat popularitas dan elektabilitas dari masyarakat atau tidak. Banyak mendapat dukungan atau tidak,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemasangan APK yang dilakukan para balon wakil wali kota tidak menyalahi peraturan. Menurutnya, saat ini belum memasuki jadwal kampanye. Sehingga pemasangan APK sudah bisa dilakukan mulai sekarang. ”Jadi tidak apa-apa dan tidak melanggar aturan,” ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono, mengakui, pemasangan APK yang dilakukan para balon wali kota dan wakil wali kota tidak melanggar aturan. Menurutnya, balon yang sudah memasang gambar dan poster belum tentu nantinya terdaftar di KPU Kota Semarang.

”Kalau secara resmi pendaftaran akan dibuka pada 22-24 Juli 2015. Jadi, mereka saat ini bukan siapa-siapa. Jadi siapa pun bisa memasang gambarnya. Sehingga pemasangan gambar dan poster saat ini tidak melanggar peraturan,” tegasnya.

Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Turtiantoro, mengatakan, sampai saat ini parpol belum memunculkan nama balon. Menurutnya, hal ini sangat merugikan masyarakat dengan alasan kurang mengenal lebih jauh calon kepala daerah terpilih.
”Kalau bisa kan semakin awal, semakin baik. Sehingga rakyat punya waktu. Tapi kalau dimunculkannya mepet saat pelaksanaan pemilihan kan rakyat tidak tidak bisa menentukan calon pemimpin yang layak untuk membawa Kota Semarang lebih baik,” katanya.

”Jangan sampai pemilihan ini seperti memiilih kucing dalam karung. Ya, kalau dapatnya kucing, kalau dapatnya bukan kucing malah semakin bahaya. Maka dari itu, hendaknya parpol segera memunculkan nama balon lebih awal. Sehingga bisa meningkatkan kualitas demokrasi. Selain itu, kandidat juga bisa mengembangkan mekanisme komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat,” tambahnya. (mha/aro/ce1)