Wisata Turun, Dinbudpar Antusias Libatkan Warga

156

BATANG–Turunnya kunjungan wisata di Kabupaten Batang berimbas pada turunnya pendapat asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. Untuk mendongkraknya lagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Batang, Senin (16/3) siang kemarin, melakukan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di objek wisata Kebun Teh Pagilaran, Batang.

“Potensi wisata di Batang sangat banyak. Mulai dari air panas, wisata alam pegunungan, pantai dan budaya, tidak tergarap dengan baik. Karena kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Batang,” kata Kepala Sub Bagian Program Dinas Budaya Pariwisata, Dinbudpar Kabupaten Batang, Rahwan.

Menurutnya, dengan adanya Pokdarwis, masayarakat akan membantu mengelola dan menciptakan lapangan kerja di destinasi wisata yang ada di wilayahnya. Hingga saat ini, di Kabupaten Batang, baru ada 11 Pokdarwis yaitu Tirta Swara Desa Bandar, Pantai Jodo Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing, Wast Selopajang Timu Blado, Bende Samudra Desa Kedawung, Tirto As Syfa Desa Sangubanyu, Pesona Alami Desa Sodong, Peomas Assik Kelurahan Pryonanggan Selatan, Pandu Dewa Nata Desa Pretek, Arum Sari Desa Pandansari, Ujung Jaya Desa Ujung Negoro dan Lingga Bhadra Desa Wonobodro, yang terkenal dengan wista religinya. “Dengan adanya 11 Pokdarwis ini, diharapkan meningkat kunjungan wisatawan di Batang,” ungkap Rahman.

Untuk meningkatkan kinerja Pokdarwis yang ada di Batang, kata Rahman, diadakan lomba Pokdarwis tingkat kecamatan, kabupaten hingga tingkat Propinsi Jateng. “Setiap tahun berturut-turut, Pokdarwis Agrobinangkit dan Mustika Kamulyan Desa Keteng, Kecamatan Blago selalu mewakili lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Jateng,” kata Rahwan.

Kepala Dinbudpar Kabupaten Batang, Sutiyo menandaskan bahwa wisata laut, air panas, gunung dengan panorama yang indah, serta desa wisata dengan kearifan lokalnya yang ada di Kabupaten Batang, hingga kini belum digarap secara maksimal. Sedangkan Dinbudpar tidak bisa mengerjakan sendiri, tanpa adanya bantuan atau campur tangan dari semua stakeholder untuk kemajuan industri pariwista. “Kunjungan wisata di Kabupaten Batang, tidak akan maju dan berkembang, jika tanpa didukung Pokdarwis dan stakeholder yang lain,” tegas Sutiyo. (thd/ida)