SEMARANG – Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng akan menentukan tim Pra PON melalui seleksi daerah (Selekda) yang digelar usai Kejurda Pencak Silat di Grobogan, 5-10 Juni mendatang.

Kabid Binpres Pengprov IPSI Indro Catur Haryono mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan tahapan-tahapan untuk menyiapkan tim silat menghadapi Pra-PON di Kaltim yang sampai kini belum dijadwalkan.

Tahapan awal, kata dia, pihaknya mempelatdakan sekitar 21 pesilat di Padepokan Silat Kartasura. Selanjutnya, pada Juni mendatang, mereka diberi kesempatan mengikuti kejurda dengan memperkuat kabupaten/kota masing-masing. ”Sebulan setelah kejurda, kami akan menggelar selekda dengan mempertemukan juara kejurda dan Porprov. Siapa yang terbaik, mereka itulah yang masuk dalam tim Pra-PON Jateng,” kata Indro saat dihubungi kemarin.

Terkait dengan pesilat yang dipelatdakan, kata dia, sejumlah mantan atlet PON 2012 masih terdaftar seperti Anisa Widya Pangestina (Banjarnegara), Sapto Purnomo (Surakarta), Slamet Riyadi (Kota Semarang) dan Bagaskoro (Boyolali). Sapto sendiri saat ini berada di Pelatnas SEA Games. ”Ada Sapto yang kami siapkan merebut emas di SEA Games Singapura. Jika dia dapat emas, praktis langsung lolos menjadi tim Pra-PON. Tapi jika tidak, dia akan mengikuti selekda juga,” tambah pelatih timnas silat SEA Games tersebut.

Ditambahkan Indro, Jateng sendiri berencana mengirimkan full team menghadapi Pra-PON. Artinya, sembilan kelas putra dan enam kelas putri, termasuk enam nomor seni akan diikuti. Indro berharap, Jateng bisa menyamai keberhasilan Pra-PON 2011.

Ketika itu bisa meloloskan 14 pesilat, dan terbanyak meloloskan nomor tanding yaitu 12 kelas. ”Target utama kami adalah merebut emas, karena tradisi emas sempat hilang di PON 2012 lalu,” tegasnya.

Soal pesaing, kata dia, Jatim, Bali dan Kaltim termasuk provinsi yang masih pantas diwaspadai. Selain itu, PON kelak, pesilat tuan rumah Jabar juga bakal menjadi pesaing terberat Jateng. (bas/smu)