DIKELUHKAN: Pembelokan Kali Tenggang di wilayah Kalicari yang diprotes warga. (M hariyanto/radar semarang)
DIKELUHKAN: Pembelokan Kali Tenggang di wilayah Kalicari yang diprotes warga. (M hariyanto/radar semarang)
DIKELUHKAN: Pembelokan Kali Tenggang di wilayah Kalicari yang diprotes warga. (M hariyanto/radar semarang)

BALAI KOTA – Komisi C DPRD Kota Semarang memenuhi janjinya memanggil pemilik tanah dalam kasus pembelokan Kali Tenggang di Kalicari, Pedurungan. Dalam pertemuan itu, komisi bidang pembangunan menegaskan alur sungai harus kembali diluruskan. Pertemuan berlangsung di salah satu ruang serbaguna DPRD yang dihadiri semua pihak terkait.

Menurut Ketua Komisi C, Kadarlusman, selain pemilik tanah juga dihadiri Dinas PSDA-ESDM, DTKP, Bappeda dan Bagian Hukum. Pihaknya meminta keterangan dari semua dinas tersebut dan klarifikasi ke pemilik tanah.

”Pemilik tanah hanya dihadiri oleh perwakilannya. Namun dari penjelasan semua dinas yang terkait dan keterangan perwakilan pemilik tanah dalam pertemuan, jelas bahwa pembelokan alur Kali Tenggang itu melanggar peraturan,” katanya usai pertemuan.

Menurut Pilus –panggilan akrabnya— pihaknya sudah memerintahkan pemilik tanah untuk dapat meluruskan kembali alur Kali Tenggang tersebut segera. Dalam pertemuan itu, perwakilan pemilik tanah sempat menyatakan keberatan, namun ditegaskan terancam sanksi karena sudah jelas melanggaran Perda Drainase. ”Dari pemilik tanah menyampaikan keberatan kalau biaya pelurusan kembali Kali Tenggang harus ditanggung mereka,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus pembelokan Kali Tenggang ini dilakukan oleh Tan Tutik Santoso, seorang pengusaha. Pembelokan kali yang berada di Jalan Brigjend Soediarto, tidak jauh dari Istana Majapahit itu mengancam warga sekitar menjadi terkena banjir.

Bagyo, dari RT 5 RW V Kelurahan Kalicari, mengatakan, warga menolak Kali Tenggang dibelokkan karena berdampak permukiman warga menjadi kebanjiran. Seperti salah satuya rumah miliknya, saat ini menjadi kebanjiran jika ada hujan deras karena luapan air dari Kali Tenggang.

Sekretaris Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang Rosyid Hudoyo menegaskan, alur Kali Tenggang selepas jembatan Majapahit memang lurus. Namun kondisi saat ini sudah dibelokkan oleh pemilik lahan, sehingga terjadi pelanggaran. Selain itu, berdasarkan peta KRK yang diajukan Tan Tutik Santoso, alur Kali Tenggang memang lurus tidak belok ke arah Jalan Muwardi Timur seperti kondisi di lapangan. ”Karena itu jelas melanggar,” tegasnya. (jpnn/aro/zal/ce1)