DEMAK – Menjelang Pilkada akhir desember mendatang, sejumlah nama-nama calon bupati mulai bermunculan. Nama itu muncul seiring dengan mulai berkoalisinya empat partai besar pemenang pemilu 2014 lalu. Yakni, PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PKB. Sedangkan, partai lainnya seperti PPP, Partai Demokrat, PAN, Nasdem dan PKS yang sama-sama memiliki kursi di DPRD Demak juga segera bergabung dengan koalisi besar tersebut.

Ketua DPC Partai Gerindra Demak, Masykuri mengatakan, koalisi besar diyakini bakal secepatnya bisa terwujud. “Kami putuskan untuk berkoalisi dulu. Setelah itu, baru membuka calon bupati dan wakil bupati menjadi satu paket. Sebab, tidak ada satupun partai yang dapat mencalonkan sendiri. Karena itu, partai-partai harus berkoalisi menjadi satu,”ungkap Masykuri.

Ia menambahkan, bila semua partai telah berkoalisi, maka untuk meraih kemenangan dalam pilkada 9 Desember 2015 mendatang, pihaknya optimis dapat terwujud. “Masing-masing partai mempunyai wilayah atau basis untuk kemenangan dalam pilkada ini. Bahkan, setiap partai siap mengeluarkan biaya sendiri-sendiri sesuai penguasaan wilayahnya tersebut,”katanya.

Ketua DPC PDIP Demak, Fahrudin Bisri Slamet menambahkan, untuk menjalin koalisi besar, pihaknya sudah melakukan diskusi-diskusi penting terkait koalisi dan pencalonan bupati dan wakil bupati. Secara umum, kata dia, calon yang akan diusung dalam pilkada nanti syaratnya adalah mampu mensejahterakan masyarakat Demak. “Itu syarat utama harus mampu menyejahterakan,”tegas Slamet.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra, Masykuri menambahkan, sudah ada beberapa nama yang sering disebut-sebut masyarakat selama ini mulai mengerucut. Karena itu, beberapa nama mulai menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan partai yang bersiap berkoalisi tersebut. Nama-nama itu kini telah ditimang-timang.

Menurutnya, mereka memiliki kelebihan masing-masing. Yakni, Bupati Dachirin Said (incumbent), Wabup Harwanto (incumbent), Mulyani M Noer (LSM/LP Ma’arif/LSM), KH Musadad Syarief (Ketua PCNU dan mantan Kepala Dishubkominfo), Eko Pringgolaksito (Kepala Disperindagkop/Pengajian Al Khidmah/ dan kader GP Ansor), dan H Noer Halim (Pengusaha konstruksi). (hib)