KENDAL – Sejumlah jalur alternative yang ada di Kabupaten Kendal masih dinilai rawan kecelakaan dan aksi kejahatan. Sebab, selain kondisi jalan rusak berupa aspal mengelupas dan jalan berlubang, masih diperparah dengan minimnya lampu penerangan jalan.

Dari pantauan Radar Semarang beberapa jalur alternatif yang masih penerangan, diantaranya Kaliwungu-Boja, Boja-Patean, Weleri-Sukorejo, Weleri-Rowosari. Selain minim penerangan, jalan-jalan tersebut juga tidak terdapat marka dan rambu jalan sebagai penanda kondisi jalan.

Padahal jalan banyak terdapat tanjakan maupun turunan serta tikungan tajam yang langsung berbatasan dengan jurang. Hal tersebut diperparah dengan kondisi jalan rusak, sehingga saat malam hari para pengedara kendaraan bermotor harus berhati-hati saat melintas.

Seorang warga Sukorejo, Abdul Arif, 35, mengatakan, kondisi jalan tanpa penerangan, rambu dan marka memang sudah lama dirasakan warga. Sehinga, tak heran jika warga Sukorejo setiap malam merasa was-was saat berkendara. “Padahal jalur ini jalur alternatif yang menjadi berbtasan langsung dengan Kabupaten Temanggung,” katanya, Senin (16/3).

Menurutnya yang menjadi was-was warga selain rawan tindak kejahatan yang mencancam warga maupun pengendara, juga rawan akan kecelakaan. Terutama orang dari daerah lain saat melintas. “Kondisi jalan tanpa lampu penerangan dan marka membuat orang berjalan seperti tanpa panduan. Jadi tidak mengetahui jika ada tikungan tajam. Bahkan tak sedikit pengedara roda dua yang masuk jurang,” imbuhnya.

Kuswono,46, warga Kaliwungu Selatan juga mengaku bahwa penerangan jalan Kaliwungu-Boja hanya mengandalkan kesadaran dari warga yang bermukim disepanjang tepi jalan. “Tidak ada penerangan yang layak, kalau ada itu swadaya warga sendiri. Itupun sebenarnya lampu buat penerangan halaman rumahnya masing-masing,”katanya.

Padahal, menurutnya, jalur Kaliwungu-Boja masih terdapat lahan yang belum ditempati pemukiman warga. Sehingga banyak jalan yang gelap saat malam hari. Diantaranya di Darupono, Sepetek, Kertosari, dan Trayu. “Paling susah kalau ada keperluan ke luar pada malam hari, apalagi pas kondisi hujan. Khawatir di jalan kecelakaan, atau begal. Karena di jalan sepi dan gelap, sehingga tak jarang banyak kejahatan terjadi sepanjang jalan ini. Karena kondisinya benar-benar gelap,” tambahnya.

Firsty Meisahadi,27, warga Kecamatan Weleri menilai Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengabaikan pembanguan infrastruktur yang berkaitan dengan akses jalan, baik perbaikan jalan rusak maupun lampu penerangan. “Kami harap pemerintah agar segera melengkapi penerangan dan memperbaiki jalan. Sebab jalan merupakan satu-satuya akses warga untuk beraktivitas,” katanya. (bud/fth)