Miliki 3 Green House, Sasar Pasar Bunga Luar Kota

176
INDAH: Farhan berada di salah satu green house untuk mengembangkan tanaman hias. (ALFAN NURNGAIN/RADAR KEDU)
INDAH: Farhan berada di salah satu green house untuk mengembangkan tanaman hias. (ALFAN NURNGAIN/RADAR KEDU)
INDAH: Farhan berada di salah satu green house untuk mengembangkan tanaman hias. (ALFAN NURNGAIN/RADAR KEDU)

Lantaran istri begitu kesengsem dengan bunga hias, membuat sang suami ikut-ikutan suka bunga. Tak cukup hanya hobi, Farhan, sang suami, justru menjadikan bunga sebagai bisnis.

ALFAN, Wonosobo

FARHAN, warga Desa Kalilawang, Garung, mengawali bisnis bunga pada 2010 silam. Ia mengaku suka bunga, lantaran sang istri begitu cinta mati pada aneka jenis bunga hias.

Toh, oleh Farhan, hobi istri, justru dijadikan peluang untuk berbisnis bunga. “Inti dalam bisnis saya, pada bagaimana seseorang mampu memaksimalkan peluang yang ada,” ucap pemilik 3 green house itu.

Bapak satu anak itu kini sudah mampu menembus pasar bunga hingga luar kota. Seperti, Magelang, Semarang, Jogjakarta, Purwokerto, Cilacap, dan beberapa kota besar lainnya.

Tak hanya pembeli lokal. Green house milik Farhan kini banyak diminati wisatawan asing. Utamanya, yang berkunjung ke Dieng. “Saya yakin ke depan, kebun bunga ini juga akan menjadi objek wisata,” tuturnya, optimistis.

Masyarakat setempat pun, oleh Farhan, dirangkul untuk mengembangkan bisnis bunga. Tercatat, kini sudah ada 6 green house tambahan milik petani yang bermitra. “Saya ajarkan mereka untuk memanfaatkan lahan kosong milik petani sebagai ladang bisnis yang cukup ringan pengelolaannya.”

Farhan mengakui, kebun bunga hias, awalnya butuh modal agak besar. Dana tersebut untuk membuat green house, yang dipakai untuk menanam bibit bunga.

Toh, Farhan berani memastikan, jika petani berhasil panen 50 persen dari setiap panenannya, maka mereka bisa meraup keuntungan hingga 70 persen dari modal awal. “Melihat potensi yang sedemikian luas, ke depan kami akan mencari lahan dan membuka perkebunan bunga untuk memenuhi kebutuhan pasar.” Green house milik Farhan tersebar di Desa Kuripan, Mayangsari, dan Kalilawang.

Meski memiliki beberapa green house hasil mitra dengan para petani bunga setempat, Farhan mengaku hingga kini belum mampu memenuhi besarnya permintaan. Karena itu, ia masih mencari ke lokasi lain, Bandungan. (*/isk)