SALATIGA–Korban Waria terus bertambah. Supriyanto, 35, warga Kaligandu, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang menjadi korban perampasan yang dilakukan 4 orang waria atau bencong, di sebelah Panti Pijat San San Tingkir, Salatiga, Minggu (15/3) dini hari sekitar pukul 01.00. Akibatnya, uang milik korban yang jumlahnya mencapai ratusan ribu rupiah, dibawa kabur para bencong.
Supriyanto mengatakan, awalnya dirinya berhenti di depan Panti Pijat San-San untuk membeli rokok. Sedianya hendak bermain ke rumah temannya di Argomulyo.

“Belum sempat sampai warung, saya didatangi empat bencong yang menawarkan kencan. Saya pun menolak, namun empat bencong justru melawan dengan menodongkan pisau lipat atau cutter yang dibawanya ke muka saya. Bahkan, empat bencong itu juga mengancam membunuh dan memaksa menyerahkan uang yang saya miliki,” tutur Supriyanto.

Bahkan, setelah mendapatkan uang dan barang bawaan Supriyono, para waria meminta motor yang dikendarainya. Jelas dia menolak keras. Dengan sigap Supriyono segera lari agar tidak menderita kerugian lebih parah. Pasalnya, jika melawan jelas kalah, karena berhadapan dengan 4 orang. Jika berteriak, suasana jalan masih sepi.

“Karena kejadiannya sudah larut malam, saya belum melaporkannya ke Polres Salatiga. Mungkin besok baru mau saya laporkan kasus ini. Yang jelas, saya masih ingat wajah-wajah para bencong itu,” tandasnya. (abd/ida)