Kejati Siap Eksekusi 10 Terpidana Mati

110

”Kami sudah siap. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng. Tinggal pencet tombol saja.”

Semarang Selatan-20150316-01843WEB
Hartadi
Kajati Jateng

PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng siap mengeksekusi 10 terpidana mati kasus narkoba tahap II. Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jateng, Hartadi, SH. MH, Senin (16/3).

”Kami sudah siap. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng. Tinggal pencet tombol saja,” kata Hartadi.
Hartadi menyebutkan, meski sudah dijadwalkan, namun pihaknya mengaku belum mengetahui kepastiannya. Terkait eksekusi yang digelar di LP Nusakambangan, Hartadi menilai Jateng sebagai daerah yang kondusif. ”Ini mengindikasikan bahwa Jateng secara tidak langsung dinilai kondusif dan menjadi barometer nasional dalam pelaksanaan eskekusi mati. Ditegaskan dalam eksekusi mati jika gagal, maka kewibawaan negara yang dipertaruhkan. Maka wajib bagi kejaksaan sebagai eksekutor untuk melaksanakan tugas itu sebaiknya,” tegasnya.

Hartadi mengaku dari 10 terpidana mati lima di antaranya mengajukan upaya hukum. Katanya, para terpindana ada yang sudah mengajukan seperti PK (peninjuan kembali) dan gugatan TUN (tata usaha negara) dan semua itu masih proses. ”Tapi ada juga yang sudah ditolak tapi dia mengajukan gugatan ke MA lagi. Termasuk yang dari Tangerang dan Bali Nine ditolak bandingnya. Tapi masih mengajukan lagi. Grasi presiden itu yang diturunkan. Dari 10 terpidana, lima sudah clear dan lima lagi masih ada upaya,” sebutnya

Namun sebagaimana pernyataan presiden, lanjut Hartadi, eksekusi mati harus tetap dilaksanakan karena menyangkut kedaulatan negara. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk keseriusan penanganan narkoba di tengah darurat narkoba. ”Kejaksaan sebagai bagian dari sistem penegakan hukum agar tidak gentar dengan hal itu,” katanya.

Secara khusus kepada Kajari Cilacap baru, Hartadi berpesan, pertama agar segera menyesuaikan diri dan berkoordinasi dengan pihak terkait. ”Cepat merespons dinamika. Siapkan mental fisik untuk berpikir cerdas. Eksekusi yang akan datang ada terpidana dari Jateng. Kami berpesan, hubungi muspida setempat seperti dandim, polres, bupati dan pihak masyarakat, agar bida jaga kondusivitas. Hindari tindakan tercela yang menyimpang dan merusak citra kejaksaan,” kata dia.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Cabang Semarang menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Mereka meminta agar pelaksanaan eksekusi terpidana mati kasus narkotika segera dilakukan.
”Segera eksekusi mati terpidana kasus narkoba, dalam poster yang mereka bawa, tertulis ’jangan takut intervensi’,” kata orator Mushonifin.

Ketua Granat Kota Semarang, Aziz Ghani mengatakan, aksi yang digelar tersebut dalam rangka memperingatkan pihak kejaksaan untuk segera mengambil sikap tegas dan mempercepat proses eksekusi mati terpidana kasus narkoba. (mg21/zal/ce1)