Honda Dominasi Pasar Jateng

177
MARKET LEADER: Pasar sepeda motor Honda di Jateng masih mendominasi dengan market share mencapai 73,7 persen. (DOK. RADAR SEMARANG)
MARKET LEADER: Pasar sepeda motor Honda di Jateng masih mendominasi dengan market share mencapai 73,7 persen. (DOK. RADAR SEMARANG)
MARKET LEADER: Pasar sepeda motor Honda di Jateng masih mendominasi dengan market share mencapai 73,7 persen. (DOK. RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Produk Honda masih merajai penjualan sepeda motor di Jawa Tengah. Rata-rata konsumen memilih Honda, karena kualitas produknya sudah teruji bertahun-tahun dan terbukti hemat bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Wilayah Astra Motor Jawa Tengah, Darmawan Tjondrodihardjo, mengakui, dari pengalaman selama ini terlihat, kebanyakan warga membeli sepeda motor melihat unsur kualitas dan konsumsi BBM. “Motor Honda terkenal memiliki kualitas mesin yang andal, daya tahannya tinggi, dan hemat BBM, juga ramah lingkungan, makanya banyak konsumen di Jateng yang memilih Honda,” ujar Darmawan kepada Radar Semarang.

Hal itu dibuktikan dengan angka penjualan sepeda motor di Jateng. Selama bertahun-tahun, kata dia, Honda terus memimpin penjualan sepeda motor di Jateng. Bahkan, tahun lalu, ketika pasar penjualan sepeda motor di Jateng turun sekitar 2 persen, ternyata penjualan Honda malah naik di atas 1 persen.

Pada 2014 lalu, Honda masih memimpin penjualan sepeda motor di Jateng dengan penjualan sekitar 533 ribu unit dengan pangsa pasar 73,7 persen. Tahun sebelumnya, penjualan Honda sebanyak 525 ribu unit. Tahun ini, Darmawan yakin bisa meraih penjualan hingga lebih dari 600 ribu unit dengan pangsa pasar 75 persen, jauh meninggalkan kompetitor lainnya.

Menurut dia, target itu bisa tercapai dengan banyaknya program yang digelar untuk konsumen, peningkatan pelayanan, perluasan jaringan, dan termasuk hadirnya sejumlah produk baru Honda yang diperkenalkan di Jakarta.

Darmawan cukup bangga. Sebab, pangsa pasar yang diraih Honda Jateng melampaui yang diraih Honda secara nasional. Dijelaskan, selama bertahun-tahun, Honda terus merajai penjualan sepeda motor di Tanah Air. Pada 2013, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total penjualan sepeda motor nasional sebanyak 7.771.014 unit, Honda berada di peringkat pertama dengan meraih penjualan 4.700.871 unit atau pangsa pasar 60,4 persen. Posisi kedua ditempati Yamaha dengan penjualan 2.495.796 unit (pangsa pasar 32,1 persen), dan urutan ketiga ada Suzuki dengan penjualan 400.675 unit (5,1 persen).

Lalu, tahun 2014 lalu, penjualan Honda juga terus mendominasi. Berdasarkan data AISI, sepanjang 2014, dari total penjualan sepeda motor di Tanah Air sebanyak 7,8 juta unit, Honda berada di urutan teratas dengan penjualan 5,05 juta unit atau pangsa pasar 64,2 persen. Posisi kedua Yamaha dengan penjualan unit 2,39 juta (30,2 persen), dan tempat ketiga diisi Suzuki dengan penjualan 275.184 unit atau pangsa pasar 3,48 persen. Dari segi pertumbuhan, Honda mencatat petumbuhan 7,5 persen di banding tahun sebelumnya, padahal pertumbuhan penjualan sepeda motor nasional tidak sampai 2 persen.

Ketua Bidang AISI Sigit Kumala mengatakan, tahun ini berbagai tantangan akan akan dihadapi industri sepeda motor. “Penjualan sepeda motor tahun 2015 ini akan terkoreksi dengan adanya sejumlah hal seperti fluktuasi harga BBM, potensi pelemahan nilai tukar rupiah, peningkatan suku bunga, dan bebagai tantangan lainnya,” kata dia.

Ia memperkirakan, permintaan sepeda motor tahun ini tidak akan sebesar 2014 atau setidaknya akan sama dengan tahun lalu. Sigit memberi catatan, pada 2014 lalu, walaupun penuh tantangan, tetapi industri sepeda motor nasional bisa melaluinya dengan baik. Saat itu, pasar sepeda motor cenderung flat dengan pertumbuhan hanya sekitar 1,3 persen ketimbang 2013
Ketua Harian Tiger Semarang Club (TSC) Hanung Kusumawidarta mengaku, sejak 1996 ia sudah menggunakan Honda Tiger sebagai teman beraktivitas sehari-hari. Wiraswastawan muda ini mengaku puas dengan motor Tiger yang dimilikinya. “Yang saya rasakan, khusus motor Honda Tiger, motor ini memiliki kualitas utama di sisi endurance. Kemampuan jelajah dan daya tahannya bertahun-tahun. Motor ini juga bisa digunakan di berbagai medan,” ujar Hanung yang saat ini memiliki 183 anggota di komunitasnya.

Diakui, selain daya tahan, sepeda motor Honda juga terkenal hemat bahan bakar minyak (BBM) dan mudah perawatannya. Hanung meyakini, keunggulan-keunggulan itu yang membuat banyak warga Jateng memilih sepeda motor Honda ketimbang merek lain.

Pengakuan senada dikatakan Odit Maryuwanto, pendiri Semarang CB Club. Menurut dia, kualitas utama Honda adalah sepeda motor itu memiliki mesin tahan lama. Buktinya, motor CB yang ia gunakan bersama seluruh anggota Semarang CB Club yang total anggotanya ada 620 orang, masih bertahan. “Awalnya motor CB dipandang sebelah mata. Ternyata, sudah puluhan tahun, motor ini tetap bertahan. Dari segi produk, jaminan mesin Honda asal Jepang memang lebih andal, makanya masih banyak penggunanya,” tuturnya. (aro)