Gelapkan Rp 60 Juta, Terancam 7 Tahun Penjara

101
PENGGELAPAN: Tersangka Penggelapan Muh Arifin (tengah) diintrogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan) dan Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
PENGGELAPAN: Tersangka Penggelapan Muh Arifin (tengah) diintrogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan) dan Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
PENGGELAPAN: Tersangka Penggelapan Muh Arifin (tengah) diintrogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan) dan Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ibarat pagar makan tanaman. Itulah yang bisa menggambarkan sosok Muh Arifin, warga asal Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, saat menjabat sebagai menejer opersional CV Kendal Kusuma Mandiri, ia malah menyalahkan jabatan. Ia menggelapkan sejumlah uang sebesar Rp 60 juta dan dokumen rahasia milik perusahaan. Tak pelak, iapun akhirnya dibekuk Satreskrim Polres Kendal.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono menerangkan, Arifin diduga menggelapkan uang perusahaan CV Kendal Kusuma sebesar Rp 60 juta. Sejatinya uang itu harus disetorkan ke rekening CV Kendal Kusma Mandiri. “Tapi oleh tersangka, justru digunakan untuk kepentingan pribadinya,” katanya, Senin (16/3).

Selain itu, Arifin juga membawa seluruh dokumen diantaranya akta pendirian perusahaan dan laporan penerimaan setoran dan pengeluarannya. “Diduga sejumlah dokumen ini untuk mengaburkan kejahatan sebelumnya,” imbuhnya.

Dalam perusahaan sedianya, seluruh biaya operasional baik yang dikeluarkan maupun pemasukan tercatat dalam laporan keuangan. Selain itu, laporan keuangan ini juga memuat seluruh piutang yang dimiliki oleh perusahaan. Tapi ternyata diketahui, sejumlah dana operasional yang dipergunakan oleh Arifin tidak tercatat dalam laporan keuangan.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, oleh penyidik Polres Kendal dijert dengan Pasal Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan atau pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dengan Pemberatan. “Ancaman pidananya maksimal selama 7 tahun penjara,” tambahnya.
Arifin mengaku dirinya selama ini yang dipercaya untuk mengoperasionalkan dana di CV Kendal Kusuma Mandiri. Tapi ia mengaku tidak menggelapkan, melainkan menggunakan uang untuk kepentingan operasional. “Saya dikirimi uang dari petugas administrasi dan saya pergunakan untuk operasional dan membuka perizinan taxi di wilayah lain,” akunya.

CV Kendal Kusuma Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi di Kendal. Perusahaan ini mempunyai belasan taksi yang beroperasi di Kabupaten Kendal. Selain sebagai Manager Operasional CV Kendal Kusuma Mandiri, ia juga tercatat sebagai pemegang saham. Total, ada 14 orang pemilik saham CV Kendal Kusuma Mandiri, dan Arifin merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan ini.

Arifin menerangkan, ada 14 unit taksi yang siap beroperasi. Namun, saat ini baru 10 unit taksi yang beroperasi sedangkan 4 unit lainnya belum dioperasionalkan. “Sebagai menejer, saya belum mendapatkan gaji sebagai. Akhirnya saya ,meminta petugas Adminsitrasi CV Kendal Kusuma Mandiri untuk mentransfer sejumlah uang. “Uang yang saya gunakan sebesar gaji saya yakni sekitar Rp 4-5 juta perbulan,” tambahnya.

Sejumlah uang yang dikirimkan itu ia pergunakan untuk mengurus perizinan usaha taksi di wilayah lain selain Kabupaten Kendal. Namun, sejumlah uang yang ditransfer dan ia pergunakan ini tidak tercatat di laporan keuangan CV Kendal Kusuma Mandiri. (bud/fth)

Silakan beri komentar.