Mbak Ita Blusukan ke Tambaklorok

156
MENJARING ASPIRASI : Mbak Ita mengajak dialog salah seorang warga Tambaklorok. Cara tersebut dilakukannya untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi warga. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
MENJARING ASPIRASI : Mbak Ita mengajak dialog salah seorang warga Tambaklorok. Cara tersebut dilakukannya untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi warga. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
MENJARING ASPIRASI : Mbak Ita mengajak dialog salah seorang warga Tambaklorok. Cara tersebut dilakukannya untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi warga. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

Warga kampung nelayan Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara mendapat tamu istimewa, Sabtu (14/3). Di tengah kesulitan tak bisa melaut karena cuaca buruk dan harga sembako yang terus meningkat, mereka mendapat harapan baru dengan dikunjungi Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita.

Mbak Ita yang juga bakal calon wakil wali kota Semarang tersebut secara khusus blusukan ke kampung nelayan dan bertemu warga. Tidak hanya kaum nelayan, tapi juga warga setempat yang berprofesi sebagai pedagang. Selain membantu warga, Mbak Ita bersama tim juga menempelkan stiker pada sejumlah rumah warga. Stiker tersebut berisi sosialisasi pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Kegiatan ini digelar untuk mendekatkan Mbak Ita dengan warga Tambaklorok,” ujar Sekretaris Yayasan SWS, Iwan Laksono.

Melalui Yayasan SWS, Mbak Ita menyatakan komitmennya untuk membantu warga. Di depan ratusan warga Tambaklorok, bakal calon wakil wali kota Semarang yang mendaftar melalui PDIP itu menegaskan, saat ini perlu langkah konkret untuk membantu warga kampung tersebut agar semakin sejahtera. “Persoalan kesejahteraan merupakan masalah pokok yang dihadapi warga, ini membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Mbak Ita juga membuka dialog untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi warga. Sejumlah warga Tambaklorok pun antusias bertanya. Diantaranya Ismanto, 55 warga RW 12 RT 7 Tambaklorok yang meminta Yayasan SWS memfasilitasi nelayan agar semakin sejahtera. Juga Chonas, 45, warga lainnya yang meminta tidak hanya nelayan saja yang diperhatikan. Tapi juga pedagang asongan yang berdagang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

Mbak Ita mengungkapkan ada sebagian warga Tambaklorok yang berprofesi sebagai pedagang. Namun ketika mereka kulakan barang harus mengambil ke pedagang besar yang tentu saja harganya bisa lebih mahal. “Mereka ingin diperhatikan seperti paguyuban nelayan, saya kira ini waktu yang tepat untuk membentuk semacam usaha bersama atau koperasi pedagang ini,” katanya.

Dengan adanya koperasi yang diberi modal, ketika mengambil barang dagangan bisa melalui koperasi tersebut. “Untuk paguyuban nelayan perhatian yang diberikan sudah cukup bagus, mulai dari alokasi BBM bersubsidi hingga kegiatan lain, namun masih harus ditingkatkan,” ujar istri Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri ini.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil langkah nyata yakni membuka pasar murah serta pengobatan gratis bagi warga Tambaklorok. Acara tersebut juga akan diisi penyuluhan tentang bahaya kanker serviks. “Nanti waktunya kita atur, saya minta agar temen-temen yayasan segera mempersiapkan secepatnya, karena warga memang membutuhkan,” tandasnya.

Salah seorang warga, Chusnaeni, 47 mengaku senang dengan kehadiran sosok Mbak Ita. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Mbak Ita merupakan langkah yang tepat dalam membantu warga.

“Selama ini kami mengalami berbagai persoalan, dengan kehadiran Mbak Ita ini diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan yang kami hadapi,” terangnya. Dia juga senang bisa bertemu langsung dengan sosok bakal calon wakil wali kota Semarang ini. (ric)