DIAMANKAN : Puluhan petugas dan warga masih bersiaga di lokasi bentrok di penginapan Renata 1, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN : Puluhan petugas dan warga masih bersiaga di lokasi bentrok di penginapan Renata 1, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN : Puluhan petugas dan warga masih bersiaga di lokasi bentrok di penginapan Renata 1, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Pesta wisuda ratusan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga di penginapan Renata 1 desa Kopeng, berujung bentrok dengan warga sekitar, Minggu, (15/3), kemarin. Dalam insiden itu tiga warga mengalami luka robek akibat dikeroyok. Sejumlah warga yang geram, sempat mengepung ratusan mahasiswa di luar penginapan. Berntung petugas polisi segera datang dan mengamankan kejadian.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika ratusan mahasiswa berpesta merayakan wisuda kelulusan. Dua mahasiswa yakni Manuel Umbu, 22, dan Agustinus, 22, keluar penginapan untuk membeli minuman keras di mini market, dini hari. Saat di tengah perkampungan, mereka membleyer-bleyer motornya. Karuan saja, warga yang merasa terganggu akhirnya menegur.

Tidak terika ditegur, dua mahasiswa itu lantas memanggil teman-temannya. Saat itu juga, puluhan mahasiswa memukuli warga yang menegurnya. Kejadian itu sontak membuat gaduh di tengah perkampungan. Warg ayang mendengar kegaduhan, langsung balik menyerang gerombolan mahasiswa. Sontak, sempat terjadi aksi bentrok antara mahasiswa dan puluhan warga. Kalah jumlah, mahasiswa itupun berlari dan masuk penginapan. Beruntung, penjaga hotel segera menutup gerbang, sehingga warga tidak bisa masuk ke dalam penginapan. “Mahasiswa itu justru menantang saat ditegur warga. Jadi langsung terjadi tawuran antara warga setempat dan para mahasiswa. Karena kalah jumlah mahasiswa mundur ke Hotel Renata. Tawuran berhenti setelah aparat dari Polsek Getasan, Koramil Getasan dan Polres Semarang datang ke lokasi,” kata seorang saksi Warsito, 57.

Akibat kejadian ini, sejumlah warga mengalami luka-luka termasuk pemilik angkringan Priono di sekitar lokasi. Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad mengatakan, insiden bentrok disebabkan karena warga merasa terganggu dengan aktifitas mahasiswa. Pihaknya telah mengamankan ratusan mahasiswa dan dibawa ke Mapolres Semarang pada pukul 08.30. “Sudah kami amankan dan kami periksa. Selain itu beberapa warga juga kami mintai keterangan untuk mengetahui penyebab pasti adanya tawuran tersebut,” katanya. (abd/fth)