SIDAK : Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah bersama anggota yang lain sidak langsung rumah panggung untuk korban rob di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah bersama anggota yang lain sidak langsung rumah panggung untuk korban rob di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah bersama anggota yang lain sidak langsung rumah panggung untuk korban rob di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Pemprov Jateng membantu rumah panggung bagi korban air rob dan abrasi di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung. Tapi sayang, penerima bantuan mengaku masih harus tombok karena bantuan tidak mencukupi untuk membangun rumah layak huni. Akibatnya, banyak rumah yang masih belum jadi.

Seperti dialami Wahyono, warga RT 9 RW 2, yang rumahnya masih belum selesai dibangun karena dana tidak cukup. Ia mengaku hanya menerima bantuan sebesar Rp 10 juta. Sedangkan, rumah panggung yang dibangun membutuhkan banyak material karena posisinya di atas air rob. Wahyono merupakan petambak sembari bekerja sebagai buruh bangunan.

Ketua kelompok masyarakat (pokmas) I Desa Timbulsloko, Umar mengatakan, penerima bantuan memang terpaksa tombok agar rumahnya bisa ditempati. Hanya saja, karena warga tidak memiliki cukup dana, akhirnya rumah dibiarkan berdiri apa adanya dulu. “Kami berharap, nilai bantuan ditingkatkan supaya bangunan tidak mangkrak,” katanya disela menerima kunjungan atau sidak Komisi D DPRD Jateng yang dipimpin Wakil Ketua Komisi D, Hadi Santoso kemarin.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hj Ida Nur Sa’adah mengatakan, bantuan Pemprov Jateng untuk rumah yang tidak layak huni (RTLH) mestinya ditingkatkan minimal Rp 20 juta per rumah. “Ini supaya bantuan rumah panggung betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat penerima bantuan. Kami berharap, partisipasi masyarakat dapat meningkat sehingga ikut meringankan beban warga yang kurang mampu tersebut,”kata Ida Nur Sa’adah, legislator asal Fraksi PKB dapil II wilayah Demak, Kudus dan Jepara ini.

Di Desa Timbulsloko, tercatat ada 10 warga penerima bantuan rumah panggung dari anggaran APBD Provinsi Jateng 2014. Yaitu, Maksus, Wahyudi, Wahyono, Mat Supriyanto, Ahmad Alim, Mukminah, Suminah, Kanipah, Wuryanto dan Khotimah. Total dana bantuan Rp 100 juta untuk sepuluh orang masing-masing Rp 10 juta. Sementara, dana bantuan itu oleh warga yang menerima digunakan untuk pembelian material bangunan, utamanya dengan konstruksi dasar rumah panggung. Ini karena rumah milik warga miskin tersebut berada di lokasi rawan rob atau banjir. Rumah tersebut biasanya selalu tergenang rob hingga beberapa hari.

Sementara itu, pada 2015 ini, bansos dari APBD Jateng yang dialokasikan untuk Demak masih berlanjut. Nilainya mencapai Rp 280 juta. Dana itu untuk pemugaran 40 unit RTLH biasa di Desa Surodadi, Kecamatan Gajah, Desa Bremi, Kecamatan Mijen, Desa Morodemak, Kecamatan Bonang dan Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam. Sedangkan, untuk rumah panggung tidak dialokasikan karena tidak ada yang mengajukan. Kepala Bapermasdes Pemprov Jateng, Tavip Supriyanto, mengungkapkan, bahwa di wilayah Jateng masih banyak rumah tidak layak huni yang butuh bantuan, termasuk didaerah pesisir Demak. “Khusus daerah pesisir ini dibantu rumah panggung,”jelasnya.

Sedangkan, untuk peningkatan nilai bantuan perlu ada persetujuan dari DPRD Jateng. Menurutnya, pada 2014, total dana bansos yang dikucurkan di Demak mencapai Rp 800 juta untuk memugar 110 unit rumah. Terdiri dari, 100 unit RTLH senilai Rp 700 juta dan untuk 10 unit khusus rumah panggung senilai Rp 100 juta.

Kemudian, Se-Jateng dari 35 kabupaten/kota, pada 2014 dialokasikan bansos untuk pemugaran RTLH dan rumah panggung senilai Rp 21 miliar untuk 317 kelompok. Yaitu, 303 kelompok rumah non panggung dan 14 untuk rumah panggung. Untuk rumah tidak panggung dapat Rp 7 juta dan Rp 10 juta untuk rumah panggung. Sementara, pada 2015, se Jateng dialokasikan untuk RTLH senilai Rp 12,8 miliar untuk 185 kelompok. Yakni, 178 rumah RTLH biasa dan 7 lainnya rumah panggung. (hib/fth)