LEBIH MUDAH: Kasir Butik Qonita melayani transaksi penjualan menggunakan aplikasi Bos Toko. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Kasir Butik Qonita melayani transaksi penjualan menggunakan aplikasi Bos Toko. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Kasir Butik Qonita melayani transaksi penjualan menggunakan aplikasi Bos Toko. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – PT Telkom Pekalongan menawarkan aplikasi Bos Toko (Bisa Online Semua Toko), yakni berupa aplikasi yang dirancang untuk membantu kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) mengelola usaha mereka. Program yang telah dimulai sejak Desember 2013 silam itu, diikuti banyak usaha di wilayah Jateng Barat Utara, mulai Brebes sampai Batang.

Pengusaha batik dr Ghalib, pemilik butik Qonita yang diwakili pengelolanya, Ahmad Sidik, mengatakan, dengan menggunakan aplikasi Bos Toko, bisa memantau kegiatan bisnisnya dengan mudah. “Dengan menggunakan aplikasi Bos Toko, kami tidak perlu membeli server sendiri, dan tidak perlu mempekerjakan petugas khusus. Jadi, bisa lebih hemat,” katanya saat ditemui Radar Semarang di salah satu cabang Batik Qonita di Jalan Agus Salim, Kota Pekalongan.

Perusahaannya sudah menggunakan aplikasi tersebut kurang lebih setahun. Sementara ini, kata Ahmad Sidik, masih di 5 titik cabang. Namun dalam waktu dekat, cabang lain juga akan menggunakan aplikasi Bos Toko. “Cabang Batik Qonita pertama yang menggunakan yang di Jalan Agus Salim,” ujarnya.

Dikatakan, Bos Toko langsung up date per transaksi yang dilakukan, dan data disimpan di cloud. Jadi berada di manapun, jika terkoneksi dengan internet dan memiliki password masuk aplikasi, langsung bisa memantau transaksi di semua perusahaan cabang.

”Karena semua online, data langsung masuk program, sehingga saya mudah memantau keluar masuk barang baik saat di luar kantor, termasuk saat saya di luar kota. Laporan jual beli juga mudah, karena bisa mengecek sewaktu-waktu tanpa harus laporan manual,” terang Sidik.

Awal mula pihaknya menggunakan aplikasi Bos Toko, karena sempat kecewa dengan program kasir yang dijual di pasaran. Selain terlalu ribet, masih butuh maintance rutin dan belum tentu online. Jika menggunakan Bos Toko, kata dia, caranya cukup mudah dan praktis, karena sekali buka data, bisa melihat semua data penjualan produk. “Minimal ada basic komputer, saya rasa semua orang pasti bisa menggunakan aplikasi ini. Jika kesulitan tinggal melihat video tutorialnya saja,” jelasnya.

Sidik mengakui, beberapa karyawannya yang sekarang menjadi kasir, awalnya tidak terlalu paham tentang penggunaan aplikasi ini. Namun setelah diajari beberapa kali, langsung lancar sampai sekarang. Dalam sebulan rata-rata transaksi tidak lebih dari 1.000, sehingga biayanya cuma Rp 100 ribuan. “Ramainya hanya pas jelang Lebaran, itu saja tidak sampai lebih dari 2.000 transaksi beli dan jual barang,” tandasnya.

General Manager PT Telkom Jateng Barat Utara, Lukman Hakim, kepada Radar Semarang menjelaskan, perusahaan yang menggunakan aplikasi ini sudah sangat banyak, karena simpel aplikasinya serta biayanya terjangkau. “Cukup download aplikasinya, mendaftar, langsung bisa digunakan,” katanya.

Diterangkan Lukman, Bos Toko merupakan aplikasi manajemen pengelolaan toko yang servernya disediakan oleh PT Telkom. Layanan aplikasi yang diberikan mulai stok gudang, catatan pengadaan dan distribusi, serta kegiatan pencatatan transaksi dan promosi. “Anggota yang menggunakan layanan Bos Toko hanya dikenakan biaya Rp 100 untuk setiap transaksi,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, PT Telkom masih menggelar program promo aplikasi Bos Toko. Untuk 4 bulan pertama penggunaan aplikasi ini, konsumen cukup bayar Rp 100 ribu limited transaksi. Pada bulan berikutnya, tarif normal Rp 100 per transaksi.
“Maksimal pembayaran untuk satu aplikasi Rp 300 ribu, walaupun transaksi bisa lebih dari 3 ribu kali per bulan,” katanya. (han/adv/aro)