SEMARANG – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Panser Biru (PB) periode 2015-2018, Wareng berjanji akan melakukan gebrakan baru dalam organisasi. Salah satunya akan memandirikan suporter agar tidak hanya menumpang hidup dari PSIS.

“Memang cukup susah mengubah kebiasaan yang sudah dianggap lumrah. Tapi kami tetap berusaha memberdayakan Korwil yang ada. Setelah itu, akan dibangunkan badan usaha seperti distro yang bisa dijadikan lahan garapan penambah penghasilan,” ungkapnya dalam pelantikan DPP PB di Balaikota, kemarin.

Menurut Penasehat PB Irawan Yuswono, susunan kepengurusan baru yang didominasi pemuda ini merupakan bukti roda organisasi berjalan dengan baik. Dengan susunan kepanitiaan yang baru itu dia menginginkan agar PB lebih kreatif dan inovatif untuk mendukung PSIS.

“Regenerasi memang penting dalam sebuah organisasi. Dengan begitu, pemikiran dan ide generasi muda tidak akan terhambat oleh orang-orang lama yang biasanya enggan digeser karena masih butuh pengakuan senioritas,” ungkapnya.

Pihaknya berpesan, untuk tidak mudah terpancing emosi dan provokasi ketika situasi di dalam maupun luar stadion mulai memanas. Apalagi para pemuda masih memiliki semangat yang berapi-api. “Lebih baik energi itu digunakan untuk hal-hal positif,” pesannya.

Sementara itu, CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) Yoyok Sukawi yang hadir dan melantik pengurus DPP PB mengatakan, seluruh anggota PB harus kompak untuk mendukung PSIS. Ditegaskannya, suporter adalah pemain ke-12 yang menyuntikkan semangat kepada pemain untuk berjuang memenangkan pertandingan.

Dia mengimbau, ketika pertandingan resmi para suporter tidak menyalakan flare karena bisa merugikan PSIS. Peristiwa kejadian beberapa waktu lalu diharapkan menjadi pelajaran untuk suporter. “Tolong jangan membawa flare dan kembang api di stadion. PSSI bisa menghukum jika ada suporter yang menghidupkan flare dan kembang api dalam pertandingan resmi,” tutupnya. (amh/ric)