Puluhan Pedagang Pilih Sewakan Lapak

125
MENDATA : Petugas Dinperindagkop Kabupaten Batang mendata pedagang Pasar Batang dengan lapak yang ada di Pasar Sementara, dan hingga sekarang banyak lapak yang belum ditempati. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
MENDATA : Petugas Dinperindagkop Kabupaten Batang mendata pedagang Pasar Batang dengan lapak yang ada di Pasar Sementara, dan hingga sekarang banyak lapak yang belum ditempati. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
MENDATA : Petugas Dinperindagkop Kabupaten Batang mendata pedagang Pasar Batang dengan lapak yang ada di Pasar Sementara, dan hingga sekarang banyak lapak yang belum ditempati. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Menjelang dioperasionalkannya Pasar Sementara, di Desa Watusalit, Kecamatan/Kabupaten Batang, mulai 16 Maret mendatang, justru banyak pedagang yang menyewakan lapaknya kepada pedagang lain. Kendati Pasar Batang yang menjadi tempatnya berdagang mulai dibangun pasca kebakaran tahun lalu.

Akibatnya banyak lapak yang terbengkalai lantaran tidak digunakan oleh pedagang. Bahkan jumlah lapak yang telah diperbaiki untuk digunakan berdagang, lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan lapak yang mangkrak tersebut.

Warkhamah, 41, pedagang yang menempati salah satu lapak di Pasar Sementara mengaku melimpahkan lapaknya kepada orang lain. Alasannya, untuk pindah berdagang ke Pasar Sementara dengan lapak 2 x 2,5 meter, dirinya masih harus mengeluarkan uang minimal Rp 5 juta untuk biaya membangun lapak tersebut.

“Sedangkan saat ini dagangan masih sepi. Daripada harus keluar uang Rp 5 juta dan dagangan belum tentu laku, lebih baik untuk satu tahun ini saya sewakan ke orang lain. Sambil menunggu Pasar Sementara ramai,” ungkap Warkhamah, saat ditemui di Pasar Batang.

Warkhamah juga mengatakan bahwa lapak di Pasar Sementara bukan disewakan kepada orang lain dengan tarif tertentu, namun hanya dipinjamkan sementara. Pemakainya nanti hanya memperbaiki lapak dengan cukup dipisahkan dengan tiang penyangga.

“Lapak itu masih tetap milik dan atas nama saya. Hanya dipinjamkan, tidak membayar uang. Saya persilahkan digunakan sementara saja. Pemakainnya juga masih saudara sendiri. Dan lapaknya bisa diminta lagi sewaktu-waktu,” kata Warkhamah.

Sementara itu, Sekda Pemda Batang, Nasikhin, Jum’at (13/3) siang kemarin, menjelaskan bahwa selama ini banyak laporan dari pedagang Pasar Batang bahwa ada lapak disewakan ke orang lain. Menurutnya bahkan ada lapak yang disewakan di luar zonasi lapak miliknya, karena tidak digunakan oleh pedagang.

“Tindakan itu jelas melanggar dan tidak bisa dibenarkan. Pedagang yang telah mendapatkan nomor urut, tidak boleh melimpahkan lapaknya ke orang lain. Kalau terbukti ada pedagang yang melakukan, kami akan menindak tegas,” jelas Nasikhin.

Sekda juga menegaskan, untuk menertibkan pedagang di Pasar Sementara, akan segera diinventarisasi para pedagang yang belum terdaftar saat pengundian maupun pedagang di luar garis edar Pasar Batang. Karena jumlah lapak yang ada di Pasar Sementara ternyata masih banyak yang tersisa. Padahal jumlah lapak sama dengan jumlah pedagang Pasar Batang.

“Dalam minggu ini, kami akan cross check datanya di lapangan. Mudah-mudahan pedagang bisa segera beraktivitas di Pasar Sementara,” tegas Sekda. (thd/ida)