Padukan Kafe dan Perpustakaan

336
UNIK: Pengunjung saat memilih buku di kafe buku Deqiko, serta salah satu sudut kafe yang berada di tengah kolam. (SIGIT ANDRIANTO/RADAR SEMARANG)
UNIK: Pengunjung saat memilih buku di kafe buku Deqiko, serta salah satu sudut kafe yang berada di tengah kolam. (SIGIT ANDRIANTO/RADAR SEMARANG)
UNIK: Pengunjung saat memilih buku di kafe buku Deqiko, serta salah satu sudut kafe yang berada di tengah kolam. (SIGIT ANDRIANTO/RADAR SEMARANG)

PEDALANGAN – Ada yang berbeda dengan kafe yang satu ini. Namanya Kafe Buku Deqiko. Kafe di bilangan Jalan Tusam Timur Raya, Pedalangan, Banyumanik ini mengusung konsep kafe sekaligus perpustakaan yang diklaim pertama di Kota Semarang.

Desain unik bangunan yang sekilas tampak seperti sarang lebah berwarna kuning ini membuat Deqiko mudah untuk ditemukan. Memasuki ruangan, akan kita dapati tatanan unik yang menghadirkan kenyamanan bagi para pengunjung. Alunan musik pun menemani waktu santai pengunjung untuk bercengkerama bersama teman atau mengerjakan tugas dari kampus.

”Beraneka menu makanan bisa dipesan seperti squash, float, roti bakar, nasi bali, spaghetti, nasi goreng, dan aneka menu lainnya. Tentunya dengan harga yang sesuai dengan kantong mahasiswa,” kata Arlinda Nuria Putri, salah satu karyawati Kafe Deqiko.

Gemericik air dengan ikan berkejaran di dalam kolam serta deretan kursi berpayung menjadi latar area belakang kafe. Sangat cocok untuk berkumpul bersama sahabat karib, terutama di sore hari. Ditemani minuman hangat beserta roti bakar akan membuat keakraban bersama teman tak akan terlupakan.

Di lantai dua, pengunjung akan disuguhi beraneka macam buku di rak yang tersusun dengan apik. Komik, majalah, dan novel akan menemani pengunjung dalam menikmati susunan tempat yang terbilang cukup unik ini. Pengunjung dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh kartu peminjaman buku, karena buku-buku yang ada di sini dapat disewa untuk dibawa pulang.

Untuk yang senang dengan suasana romantis, di lantai tiga terdapat satu tempat yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati indahnya langit Semarang di malam hari. Lantunan musik, cahaya bintang akan menjadi pemandangan yang memaksa pengunjung untuk tetap berada di bangku Deqiko.

Deddy Maulana, alumnus Politeknik Negeri Semarang mengaku senang dengan tempat ini. ”Saya kira kafe ini seperti kafe biasa, ternyata terdapat perpustakaan yang di sana kita bisa baca-baca koleksi bukunya,” ujar Deddy.

Deddy memuji bagusnya keberadaan rak-rak buku di lantai dua. Selain itu, menurutnya di lantai satu yang dipakai untuk tempat makan menyajikan kenyamanan bagi dia bersama teman yang datang dengannya.

Wifi juga tersedia bagi para pengunjung yang sedang mengerjakan tugas kuliah. Selain itu, kebersihan dan tempat yang rapi akan membuat pengunjung betah berlama-lama di kafe yang satu ini. Dari beberapa keunggulan yang ditawarkan, nampaknya Deqiko memiliki beberapa kekurangan. Lahan parkir yang sempit, serta kafe yang hanya buka hingga pukul 22.00 menjadi hal yang disayangkan oleh beberapa pengunjung. (mg23/aro/ce1)