BERSIH-BERSIH SUNGAI : Anggota Komunitas Peduli Kali Loji Pekalongan kembali melakukan kegiatan bersih-bersih sungai. Pada Jumat (13/3) ini, membersihkan Sungai Setu dari sampah dan enceng gondok. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
BERSIH-BERSIH SUNGAI : Anggota Komunitas Peduli Kali Loji Pekalongan kembali melakukan kegiatan bersih-bersih sungai. Pada Jumat (13/3) ini, membersihkan Sungai Setu dari sampah dan enceng gondok. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
BERSIH-BERSIH SUNGAI : Anggota Komunitas Peduli Kali Loji Pekalongan kembali melakukan kegiatan bersih-bersih sungai. Pada Jumat (13/3) ini, membersihkan Sungai Setu dari sampah dan enceng gondok. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Ratusan warga Kota Pekalongan kembali turun gunung membersihkan lingkungan. Kali ini, membersihkan aliran Sungai Setu yang melintasi Kota Pekalongan Selatan yang dibersihkan dari sampah dan enceng gondok, Jumat (13/3) kemarin.

Ratusan warga yang mengatasnamakan dirinya Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) ini meliputi perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Di antaranya, dari Kanzus Sholawat, Tagana, Mapala Unikal, Mapala Muhamadiyah, Karangtaruna Jenggot, Karang Taruna Pasir Sari dan IPNU Jenggot. Kepedulian mereka mendapatkan apresiasi positif dari Koramil 20/Pekalongan Selatan, Polsek dan Pemkot Kota Pekalongan.

Mereka bersama-sama membersihkan bantaran sungai dan sekitar aliran sungai. Bahkan, DPU Kota Pekalongan membantu 2 unit truk dan 1 unit mobil L300, untuk mengangkut sampah.

Ketua Umum KPKL, Titik Nuraini menyatakan bahwa pembersihan bantaran sungai tidak sekadar dibersihkan dari sampah dan enceng gondok, namun dilakukan penghijauan pula. “Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor di bantaran sungai saat banjir melanda,” katanya.

Pihaknya berharap dengan kegiatan rutin peduli lingkungan tersebut, menular ke masyarakat luas. “Sehingga bersama-sama merawat dan menjaga sungai. Karena sungai merupakan tempat pembuangan air dan untuk kehidupan,” tandasnya.

Sedangkan Danramil 20/Pekalongan Selatan, Kapten Inf Suryanto mengungkapkan bahwa kegiatan bersih-bersih di Sungai Setu dari sampah, enceng gondok dan mencegah banjir, untuk menggugah kesadaran masyarakat sekitar sungai agar tidak membuang sampah di sungai. “Membuang sampah di sungai akan mencemari dan menyebabkan sungai jadi dangkal dan bisa menyebabkan banjir,” tandasnya. (han/ida)